Kedamaian dan Kerukunan Fondasi Utama Toleransi

News1183 Views

Temanggung. Bagi takjil merupakan aktivitas yang lumrah dijumpai ketika bulan Ramadan. Tahun ini Ikatan Pemuda Katolik Temanggung (IPKT) bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) mengadakan acara bagi takjil dan buka bersama dengan tema “Merajut Persatuan, Menuai Berkah Ramadhan”.

Acara ini diprakarsai oleh tim Hubungan Antar Kepercayaan (HAK) IPKT dengan tujuan agar kaum muda Katolik Temanggung bisa membangun hubungan yang makin baik dengan teman-teman dari Nahdatul Ulama. Joshua Erwin sebagai koordinator HAK menyampaikan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan toleransi dalam masyarakat dan dia pun berharap akan ada banyak kegiatan kolaborasi dengan IPNU, IPPNU, dan IPKT.

Acara yang diadakan Rabu, 19 April 2023 ini dimulai dengan belanja kebutuhan takjil di pagi hari. Takjil yang dibuat adalah es buah. Meski sudah memasuki hari libur Lebaran, tetapi hal ini tidak mengurangi niat mereka untuk berkumpul dan berbagi. Teman-teman dari IPKT, IPNU, dan IPPNU bersama membuat 250 es buah di Balai Keluarga Gereja St. Petrus dan Paulus Temanggung.

Berjumpa di titik pembagian takjil.

Pukul 17.00, mereka berangkat ke titik pembagian takjil, yaitu di perempatan terminal Madureso Temanggung. Pembagian takjil ini tidak membutuhkan waktu lama karena antusiasme kaum muda. Ada lebih dari 20 anak muda yang terlibat dalam pembagian takjil kali ini yang dibagi ke tiga titik lampu merah.

Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang bertempat di kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Temanggung. Makanan berbuka kali ini disiapkan oleh IPKT. Buka puasa bersama kali ini tidak kalah ramai, 50 anak muda dari IPNU, IPPNU, dan IPKT duduk bersama menunggu waktu berbuka.

Sebelum berbuka, kaum muda ini melakukan perkenalan singkat dan mengungkapkan kesan mereka dalam kegiatan bersama kali ini. Para anggota IPNU dan IPPNU berharap ini adalah acara pembuka untuk acara bersama lainnya.

Agus Faridho, salah satu anggota IPNU, merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadikan mereka lebih mengenal satu sama lain, bukan hanya sekadar mengetahui dari sudut pandang salah satu saja, karena hal yang demikian biasanya membuat kesalahpahaman.

Agus juga mengapresiasi mereka yang bergabung untuk mengikuti acara bagi takjil dan berbuka puasa. “Terima kasih karena semua ikut membantu di agenda kegiatan agama kami,” ucapnya. Agus juga berharap bisa bersama mengadakan dialog agama sembari membuat konten agar lebih menarik dan semakin banyak anak muda yang menghargai sesamanya.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh Ita Muftihatus Solihah, Ketua IPPNU atas terselenggaranya acara kolaborasi ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari toleransi umat beragama bahwa kedamaian dan kerukunan menjadi fondasi utamanya. Ita juga senang karena acara kali ini sangat fun dan membahagiakan.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk membangun tali persaudaraan kita dan juga sebagai wujud kebinekaan kita di kalangan pelajar. Mari berkolaborasi lagi dan pastinya saya menantikan pertemuan-pertemuan selanjutnya,” ujar Ita.

Membangun tali persaudaraan.

Acara ini dilengkapi dengan menyanyi akustikan bersama. Para anggota IPKT, IPNU dan IPPNU bergantian memainkan gitar, cajon, dan bernyanyi bersama membuat suasana semakin hangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *