Bantul. Satu hari menjelang hari jadi ke-90, Paroki St. Yakobus Bantul menggelar kenduri lintas iman dengan mengundang para pejabat pemerintah serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat pada Rabu, 24 Juli 2024 di kompleks gereja.
Tidak hanya merayakan hari jadi paroki yang beralamat di Jl. Mgr. Albertus Soegijopranoto No. 1 Bantul, kenduri ini sekaligus untuk memperingati hari jadi ke-193 Kabupaten Bantul yang jatuh pada 20 Juli 2024 dan menyambut hari kemerdekaaan Republik Indonesia ke-79 mendatang.
Pastor Paroki Santo Yakobus Bantul Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr menyebut kenduri ini menjadi salah satu wujud syukur karena Tuhan berkenan mengayomi perjalanan Gereja Paroki St. Yakobus Bantul selama sembilan dekade.

Menurut Rm. Merdi, dalam merayakan 90 tahun Paroki St. Yakobus Bantul, ada dua hal yang direfleksikan dan dipelajari oleh seluruh umat. Pertama, dalam kehidupannya, umat senantiasa mempunyai iman kepercayaan yang dalam. Kedua, iman kepercayaan yang dalam ini mendasari kehidupan bersama dengan sesama.
Semua itu menjadi dasar persaudaraan dalam hidup sehari-hari. Berkat persaudaraan yang baik, maka tugas, tanggung jawab, dan pelayanan di Gereja maupun masyarakat dapat berjalan dengan baik pula.
“Kedua hal ini menjadi dasar bagi kami dan seluruh umat yang pada tahun ini merayakan 90 tahun Paroki St. Yakobus Bantul. Tujuannya, dalam usia yang tidak muda lagi ini, kami mempunyai hidup yang makin dalam, makin mencintai Tuhan, ketara (tampak) di tengah masyarakat, dan segala yang dilakukan juga makin ketampa (diterima),” ujar Rm. Merdi.
Selanjutnya, Yulius Suharta selaku Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Kabupaten Bantul membacakan sambutan Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, yang berhalangan hadir.
Halim menulis, Paroki Santo Yakobus Bantul yang sudah mencapai usia 90 tahun merupakan pertanda akan solidnya eksistensinya dalam melaksanakan tugas pelayanan. Ini juga merupakan bentuk sumbangsih dan gotong royong masyarakat Bantul yang sangat berharga bagi pemerintah Kabupaten Bantul dalam upaya bersama membangun kualitas hidup umat yang berintegritas dan berakhlak mulia, baik dalam kehidupan berjemaat maupun bermasyarakat. Hal ini diperlukan dalam rangka mendukung pembangunan di Kabupaten Bantul.
“Keberadaan Paroki Santo Yakobus Bantul telah mampu memberikan gambaran tentang kehidupan yang harmonis di Kabupaten Bantul. Bagaimana toleransi antarumat beragama terjaga dan terkelola dengan baik. Begitu pula dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, Paroki Santo Yakobus Bantul juga bisa bekerja sama dengan baik,” baca Yulius.
Secara pribadi, Yulius berharap kenduri lintas iman ini menjadi perlambang Bantul tetap bersatu, lebih maju, sejahtera, dan berbudaya sebagaimana tema peringatan hari jadi Kabupaten Bantul ke-193.
“Sambutan Bapak Bupati Bantul tadi mudah-mudahan mendasari semangat kita bersama, terutama panitia peringatan 90 tahun Paroki St. Yakobus Bantul dalam kehidupan bersama dengan masyarakat,” ungkap Yulius.
Yulius pun berharap sambutan tersebut menjadi satu dorongan bagi seluruh umat dan masyarakat dalam menciptakan dan menjaga relasi antarumat beragama. “Tentu saja ini bukan hanya tugas pemerintah maupun tokoh-tokoh agama, tetapi menjadi tugas kita bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, doa lintas iman dipimpim secara bergantian oleh para tokoh agama yang hadir, yakni Haji Sa’ari (Islam), I Gede Suwardana (Hindu), Yumma (Buddha), Heri Sujoko (Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan YME), Pdt. Triyono (Kristen Protestan), dan F.X. Juwaris (Katolik).
Doa kenduri dan pemotongan tumpeng dipimpin Bonifatius Slamet dan diberkati Rm. Merdi. Rm. Merdi kemudian menyerahkan potongan tumpeng kepada ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yakobus Bantul, Dionisius Rizky Pramusinto, sebagai tanda pemberian semangat bagi generasi muda.








