Imam Masa Kini: Menjadi Sahabat bagi Yesus dan Sesama

Tahbisan Imam Serikat Jesus 2025

News1959 Views

Yogyakarta. Empat imam baru (neomis) Serikat Jesus menerima Sakramen Imamat dari tangan Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta pada Rabu, 23 Juli 2025.

Mgr. Rubi memimpin Perayaan Ekaristi bersama Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia Rm. Benedictus Hari Juliawan, SJ dan Rm. Cyprianus Kuntoro Adi, SJ.

Keempat imam baru tersebut adalah Rm. Leo Perkasa Tanjung, SJ dari Paroki Roh Kudus, Katedral Denpasar, Keuskupan Denpasar; Rm. Jacobus Aditya Christie Manggala, SJ dari Paroki St. Petrus dan Paulus, Babadan, Keuskupan Agung Semarang; Rm. Isodorus Bangkit Susetyo Adi Nugroho, SJ berasal dari Paroki St. Maria Lourdes, Sumber, Keuskupan Agung Semarang; dan Rm. Antonius Septian Marhenanto, SJ dari Paroki St. Yohanes Maria Vianney, Cilangkap, Keuskupan Agung Jakarta.

Prosesi Tahbisan Imam Serikat Jesus di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. (UTUSAN/Slamet Riyadi.)

Mgr. Rubi dalam homilinya menegaskan bahwa menjadi imam berarti menjadi sahabat Yesus sekaligus sahabat bagi sesama yang kecil, terluka, tersingkir, dan tidak mempunyai pengharapan dalam hidup. “Inilah sahabat-sahabat kita, yang perlu kita rengkuh, sapa, dan bantu,” ujar Mgr. Rubi.

Ia lalu mengatakan, tidak sedikit orang muda yang meski hidup dalam dunia yang ramai, sibuk dengan berbagai macam hal, tetapi merasakan kesunyian hidup. Tidak sedikit yang putus asa, bahkan sampai mengakhiri hidup.

“Banyak dari mereka yang merasa tidak punya masa depan. Maka, menjadi imam zaman ini kiranya bukan hanya mengajar dan memimpin ibadat, tetapi terlebih menjadi sahabat yang berani hadir, berani mendengarkan keluhan, cerita, dan pengalaman hidup sesama secara konkret. Berani membalut dan menyembuhkan luka-luka hatinya dengan berbagai macam cara,” papar Mgr. Rubi mengingatkan.

Rm. Leo Perkasa Tanjung, SJ dari Paroki Roh Kudus menerima janji Imamat saat Tahbisan Imam Serikat Jesus di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Selain itu, lanjut Mgr. Rubi, para imam juga menyampaikan harapan bagi mereka. “Inilah jati diri seorang sahabat. Menjadi teman perjalanan yang berani hadir menyapa, menguatkan, dan akhirnya memberikan bantuan yang bisa membuat mereka bangkit kembali, membangun pengharapan sekaligus mempunyai masa depan,” pesannya.

Romo G.P. Sindhunata, SJ (kiri) memberikan berkat pada para empat Imam baru saat prosesi penumpangan tangan Tahbisan Imam Serikat Jesus di Gereja St. Antonius Kotabaru Yogyaakarta, 23 Juli 2025. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Menjelang akhir Perayaan Ekaristi, Rm. Beni di hadapan seluruh umat mengatakan dalam pertemuan tahunan yang disebut Forum Provinsi, salah satu hal yang dibicarakan para anggota Serikat Jesus Provinsi Indonesia adalah generasi muda yang kerap memakai istilah atau konsep passion untuk membicarakan hal yang penting bagi hidup mereka.

“Sayangnya, passion itu kadang-kadang tidak terpenuhi sehingga merasa kosong hidupnya, hampa, lalu mengubah keputusan penting itu,” sebut Rm. Beni.

Romo Benidiktus Hari Juliawan, SJ, Provinsial Serikat Jesus memberikan sambutan dan perutusan kepada empat imam tertahbis. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Kemudian, Rm. Beni mengumumkan perutusan masing-masing imam baru. Rm. Leo yang sebelumnya menyelesaikan studi Teologi di Universitas Kepausan Gregoriana, Roma, akan kembali ke Roma untuk mengambil studi di bidang Kitab Suci di Pontificio Istituto Biblico.

Rm. Adit yang masa diakonatnya bekerja sebagai staf Campus Ministry Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, nantinya akan menjadi kepalanya.

Rm. Adi sejak pulang dari Manila, selama satu bulan merasakan misi tugas perutusan di Nabire, Papua. Sesudah tahbisan, ia akan menjadi kepala Asrama Kolese Le Cocq d’Armandville (SMA YPPK Adhi Luhur) Nabire.

Empat imam tertahbis menjalani prosesi tahbisan Serikat Jesus, Rabu, 23 Juli 2025. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Terakhir, Rm. Septian yang pada masa diakonat menjalani karya pastoral di Paroki Blok Q – St.Perawan Maria Ratu, Jakarta, setelah tahbisan akan menjadi kepala Kantor Komunikasi Provinsi Indonesia.

Rm. Beni lalu menyampaikan kepada Mgr. Rubi, meski para imam baru ini tidak ada yang bekerja di paroki Keuskupan Agung Semarang (KAS), tetapi secara tidak langsung mereka akan ikut menyumbang bagi kehidupan Gereja di KAS dan Indonesia secara luas.

Para imam tertahbis berfoto bersama seusai menerima tabisan dari Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Rabu, 23 Juli 2025. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

“Semoga para imam muda ini nanti melayani dengan gembira dan sungguh-sungguh seperti janji mereka menjadi pelayan, bukan dilayani, yaitu melayani Gereja,’ harap Rm. Beni.

Setelah itu, Rm. Septian mewakili rekan-rekannya, menyatakan perjalanan formasi yang mereka lalui selama 10 – 12 tahun membawa pada satu titik bersejarah dalam hidup mereka.

“Bukan semata atas apa yang telah kami capai, melainkan karena segala sesuatu yang telah kami terima. Kami menyadari semua ini berasal dari Tuhan sendiri serta kebaikan dan dukungan dari Anda semua,” ucap Rm. Septian.

Rm. Antonius Septian Marhenanto, SJ memberikan berkat perdana kepada sejumlah kamum muda di Kompleks Kolese Santo Ignatius Yogyakarta seusai menerima tahbisan imamat. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Keempat imam baru ini memilih tema tahbisan “Sahabat di Jalan Pengharapan” karena terinspirasi dari Injil Yohanes dan tema Tahun Yubileum 2025. “Di sepanjang masa formasi, kami sungguh mengalami kehadiran banyak sekali sahabat yang telah meneguhkan, menjaga, dan mendukung panggilan kami. Anda sekalian telah memberi pengharapan kepada kami untuk tetap setia menanggapi kehendak Tuhan,” terang Rm. Septian.

Pada pengujung Perayaan Ekaristi, para imam baru memberikan berkat perdana kepada seluruh umat.

Willy Putranta 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *