Ibadah Pekan Doa Sedunia, Tanda Kehadiran Roh yang Baik

News1468 Views

Sleman. “Satu Tubuh dan Satu Roh, Sebagaimana Kamu Telah Dipanggil kepada Satu Pengharapan yang Terkandung dalam Panggilanmu” merupakan tema utama Pekan Doa Untuk Persatuan Umat Kristen 2026 pada Jumat, 16 Januari 2026.

Tema ini menandakan Gereja sebagai entitas yang bersatu, melampaui batasan geografi, kebangsaan, etnis, dan tradisi. Paulus menggunakan metafora Gereja sebagai Tubuh Kristus untuk menggambarkan kesatuannya dengan keberagaman anggotanya. Dengan demikian, Gereja, meskipun terdiri dari banyak bagian, berfungsi sebagai suatu kesatuan yang kohesif. Setiap anggota memiliki peran yang unik dan berkontribusi pada keseluruhan kehidupan dan misi Gereja.

Pekan Doa 2026 yang diselenggarakan bersama Gereja Kristen Jawa (GKJ) Medari Wilayah Pandowoharjo, Gereja Kerasulan Baru (GKBI) Pandowoharjo, dan Gereja Katolik St. Yohanes Paulus II Brayut Pandowoharjo berlangsung khidmat dengan mengambil tempat di Gereja St. Yohanes Penginjil Karangkepuh Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pekan Doa 2026 diselenggarakan bersama Gereja Kristen Jawa (GKJ) Medari Wilayah Pandowoharjo, Gereja Kerasulan Baru (GKBI) Pandowoharjo, dan Gereja Katolik St. Yohanes Paulus II Brayut Pandowoharjo.

“Sebagaimana tubuh manusia yang terdiri berbagai macam bagian akan berjalan karena satu perintah pikiran manusia, Yesus Kristus yang memerintah dalam kehidupan tubuh Gereja-Gereja Kristen yang memberikan spirit roh, menggerakkan kehidupan iman yang hidup berbuah untuk mengambil bagian dalam tindakan dan karya kasih-Nya,” amanat Rm. Benedicktus Hanjar Krisnawan, Pr, Pastor Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut.

Sementara itu, Evangelis Distrik Romulus Dwijo Maruta, SE dari GKBI Yogyakarta menekankan bahwa kasih Yesus Kristus adalah yang utama di dalam setiap tindakan umat Kristen. “Dalam satu tubuh dan dalam satu Roh, yakni dalam Yesus Kristus yang mempersatukan seluruh umat Kristen di mana pun berada, menjadi pendamai dalam membangun kehidupan keluarga dalam satu komunitas di tengah masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pdt. Sat Herry Sucahyo, M.Si dari GKJ Jatimulyo Yogyakarta menyatakan bahwa relasi dengan Allah merupakan satu kesatuan organisme yang tidak terpisahkan dengan Yesus Kristus menjadi pusat organisme yang menhidupi jemaatnya.

Ibadah Pekan Doa Sedunia 2026 berlangsung khidmat dengan mengambil tempat di Gereja St. Yohanes Penginjil Karangkepuh Pandowoharjo, Sleman.

“Kasih Yesus Kristus tidak berubah dalam kesatuan tubuh jemaat-Nya dengan selalu menghargai perbedaan sebagai kekayaan-Nya. Maka, Ibadah Pekan Doa Sedunia ini menjadi sarana untuk merawat keindahan perbedaan yang adalah milik-Nya yang dipersatukan dalam Roh Allah,” ujar Pdt. Sat Herry Sucahyo, M.Si.

Suasana teduh yang selalu terbangun akan menjadi satu kenyamanan dan ketenteraman bagi masyarakat Kalurahan Pandowoharjo dan Masyarakat Kabupaten Sleman pada umumnya. “Ibadah Pekan Doa Sedunia ini akan menjadi berkat kepada seluruh jemaat yang hadir,” pandang Panewu (Camat) Kapanewon (Kecamatan) Sleman Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si.

Ibadah Pekan Doa Sedunia di Kevikepan Yogyakarta Barat dilaksanakan di beberapa tempat. Rm. Yohanes Iswahyudi, Pr dari Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan menyatakan terima kasih kepada pemerintah melalui Panewu Sleman yang telah hadir dalam kesempatan ini sebagai wujud perhatian juga apresiasi atas kerja panitia.

Ibadah Pekan Doa Sedunia sebagai tanda kehadiran Roh yang baik kali ini dilakukan pembagian bibit tanaman buah kepada perwakilan Gereja St. Yohanes Paulus II Brayut, GKJ Wilayah Mancasan, dan GKBI Pandowoharjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *