Hangatnya Kebersamaan Buka Bersama SMA Kolese De Britto Yogyakarta

News1716 Views

Sleman. Suasana hangat dan penuh persaudaraan terasa dalam kegiatan buka bersama yang diselenggarakan keluarga besar SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Kegiatan buka bersama dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 dengan tema “Merajut Kebersamaan di Bulan Ramadhan”.

Acara berlangsung di rumah salah satu murid, Rajendra Sri Ganeshvara, kelas XI-5 di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Acara buka bersama ini menjadi momen kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur komunitas sekolah dalam semangat persaudaraan dan saling menghargai di bulan suci Ramadan.

Acara ini dihadiri Kepala Sekolah R. Arifin Nugroho,S.Si., M.Pd. beserta tim humas, Kepala Campus Ministry Rm. Aloisius Dian Permana, SJ (Rm. Ale), para guru, karyawan, tenaga outsourcing, serta para murid Muslim.

Turut hadir pula unsur organisasi sekolah seperti Presidium dan Campus Ministry yang bersama-sama mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Kebersamaan diawali dengan suasana santai dan penuh tawa melalui berbagai permainan atau ice breaking yang dipandu Nara, Ketua Campus Ministry.

Game yang digelar bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mencairkan suasana dan mempererat relasi antaranggota komunitas sekolah

Dalam acara buka bersama ini, Rm. Ale  menegaskan, “Kegiatan buka bersama ini merupakan wujud nyata dari semangat persaudaraan lintas iman yang hidup di SMA Kolese De Britto.”

Momen kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur komunitas sekolah dalam semangat persaudaraan dan saling menghargai.

Rm. Ale juga mengatakan, “Sekolah tidak hanya menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga tempat bertumbuhnya sikap saling menghargai dan peduli satu sama lain.”

Sementara itu, Arifin turut mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin. Ia menegaskan, “Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang menumbuhkan rasa hormat, solidaritas, serta kebersamaan di tengah keberagaman.”

Arifin melanjutkan, “Melalui momen seperti ini, kita belajar bahwa sekolah adalah rumah bersama. Di dalamnya kita saling mendukung, saling memahami, dan merayakan keberagaman dengan penuh rasa hormat.”

Selanjutnya, perwakilan tuan rumah, Dr. Rernat Ronny Martien, M.Si. selaku orang tua Ganes menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran keluarga besar sekolah di rumahnya.

Ia merasa bahagia karena rumahnya dapat menjadi tempat berkumpul komunitas sekolah dalam suasana penuh kehangatan.

Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya tausiyah ramadhan yang disampaikan oleh Ahmad Shalahuddin, S.Ag., M.Fil.

Ahmad mengajak para murid untuk memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan pengendalian diri secara menyeluruh, termasuk dalam mengelola emosi, pikiran, dan tindakan.

Selain sesi renungan, acara ini juga diisi dengan dialog interaktif bersama para murid. Jagad, salah satu peserta, menanyakan bagaimana cara menahan emosi ketika menjalankan puasa, karena menurutnya menahan makan dan minum terasa lebih mudah dibandingkan menahan amarah.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad menjelaskan, “Puasa memang merupakan latihan spiritual untuk mengendalikan diri secara utuh. Ketika emosi muncul, seseorang diajak untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan mengingat kembali tujuan puasa sebagai sarana melatih kesabaran.”

Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam pengalaman hidup bersama.

Pertanyaan lain datang dari Bintang yang menanyakan bagaimana sikap yang tepat ketika seseorang sedang berpuasa tetapi ada teman yang justru mengajak makan atau minum. Menanggapi hal itu, Ahmad menekankan pentingnya sikap saling menghormati.

Ia mengajak para murid untuk tetap teguh menjalankan ibadah puasa sekaligus menjaga hubungan baik dengan teman-temannya melalui sikap yang bijak.

Menjelang waktu Magrib, seluruh peserta kemudian bersiap untuk berbuka bersama. Saat azan berkumandang, kebersamaan terasa semakin hangat ketika seluruh hadirin menikmati hidangan berbuka dalam suasana sederhana tetapi penuh makna.

Melalui kegiatan ini, SMA Kolese De Britto Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam pengalaman hidup bersama.

Berangkat dari semangat pendidikan Jesuit yang diwariskan oleh Ignatius of Loyola, SMA Kolese De Britto memandang pendidikan sebagai proses. Proses yang dimaksud adalah kegiatan yang menuntun murid untuk menemukan Tuhan dalam segala hal (Finding God in All Things) dan memuliakan-Nya melalui kehidupan yang bermakna (Ad Maiorem Dei Gloriam).

Spiritualitas ini menempatkan setiap pengalaman belajar sebagai ruang refleksi, pertumbuhan, dan penemuan makna yang lebih dalam tentang kehidupan.

Oleh karena itu, acara buka bersama ini sebagai salah satu wujud atau simbol persaudaraan, solidaritas, dan penghormatan terhadap keberagaman yang terus dirawat dalam kehidupan komunitas sekolah yang dijuluki dengan Indonesia mini.

Para murid SMA Kolese De Britto berasal dari bermacam SMP/Sederajat, tersebar dari bebarapa kabupaten dan berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Selain itu, latar belakang agama dari masing-masing siswa berbeda-beda. Ada yang Katolik, Kristen, Islam, Hindu, dan Buddha.

Keberagaman latar belakang geografis, budaya, sosial, suku, dan agama ini semakin menegaskan bahwa SMA Kolese De Britto layak disebut sebagai “Indonesia Mini”, sebuah miniatur Indonesia yang hidup dalam satu komunitas pendidikan.

Melalui kebersamaan sederhana ini, nilai-nilai persaudaraan, saling menghargai, dan solidaritas lintas iman semakin diteguhkan.

Buka bersama menjadi pengalaman nyata bahwa sekolah adalah komunitas yang hidup dalam semangat kebersamaan, saat setiap pribadi dihargai dan dirangkul.

Dengan demikian, kegiatan ini turut menumbuhkan karakter murid sebagai pribadi yang terbuka, penuh empati, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam keberagaman.

Chr. Danang Wahyu P, S.Or., M.M.
Humas SMA Kolese De Britto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *