Yogyakarta. Menjelang usia 104 tahun, SD Marsudirini Yogyakarta menggelar berbagai rangkaian acara, salah satunya family gathering pada Sabtu, 15 Juni 2024. Acara ini dimeriahkan dengan aktivitas jalan sehat, lomba menghias tumpeng, lomba estafet sarung, lomba tebak gerakan, doorprize, serta flash mob alumni, orang tua, dan siswa.

Peserta kegiatan ini antara lain para siswa beserta orang tuanya, alumni, dan guru purna. “Ini baru pertama kalinya kami mengadakan acara bersama anak-anak dan orang tua. Tujuan kami mengumpulkan mereka pun tercapai, yaitu menjalin persaudaraan antara para siswa, orang tua, alumni, dan guru purna,” jelas F.X. Oktaf Laudensius, S.Si., Kepala SD Marsudirini Yogyakarta.

Tahun 2020, SD Marsudirini Yogyakarta sempat menggelar perayaan satu abad, tetapi tidak berjalan hingga puncak acara karena terhambat Pandemi COVID-19. Selama tiga tahun sekolah tidak mengadakan perayaan hari jadi untuk memperbaiki imun hingga akhirnya bisa menyiapkan kegiatan yang pada tahun ini baru dimulai lagi.

“Program yang batal digelar pada perayaan seratus tahun tidak dilanjutkan. Namun, kelanjutannya, kami akan selalu mengadakan event hari jadi SD Marsudirini Yogyakarta setahun sekali, yang dimulai pada awal Juni. Misalnya, pada tahun ini kami menggelar seminar parenting bagi para orang tua, class meeting, family gathering, puncaknya temu alumni dan bedah buku,” urai Oktaf.

Family gathering ini diselenggarakan bersama komite orang tua yang dengan ketua panitia Sita Damayanti, wali murid alumnus 2023. Pada acara puncak, SD Marsudirini Yogyakarta akan membentuk keluarga alumni. “Tujuan menjalin alumni ialah untuk database lalu bertukar informasi kegiatan sekolah. Ini baru pertama kali terjadi,” ungkap Oktaf.
Puncak hari jadi akan digelar pada Jumat 28 Juni 2024, yang diisi dengan sesi bedah buku wartawan cilik dalam bentuk talkshow dan temu alumni. “Program wartawan cilik atau warcil hanya untuk kelas 6, sekalian menyusun buku kenangan. Maka, semua siswa kelas 6 terlibat dalam aktivitas wawancara dengan narasumber. Melalui proyek ini, anak-anak dapat inklusif, keluar dari sekolah untuk wawancara dengan bibimbing wartawan senior, Bapak Y.B. Margantoro,” pungkas Oktaf.














