Edukasi Kesehatan Reproduksi SMP Stece: Tak Hanya Presentasi, Tapi Juga Interaksi

News1419 Views

Yogyakarta. Masa remaja adalah masa yang tidak mudah, berdamai dengan diri sendiri, pun pula bagi lingkungannya. Oleh karenanya, informasi tentang peran laki-laki dan perempuan lengkap dengan kesehatan reproduksi sangat penting dalam masa remaja.

Senin, 28 Juli 2025, SMP Stella Duce 1 Yogyakarta mengambil peran penting dalam fase ini. Peran dan kodrat sebagai laki-laki dan perempuan dikenalkan secara logis dan berdasarkan ilmu pengetahuan.

Tidak ada kata tabu dalam pemberian informasi ini. Para siswa diberi informasi secara terpisah tentang peran laki-laki dan perempuan. Siswa putra bersama Abraham Bondan di ruang Bintang dan siswa putri berada di aula bersama tim Hers Protex.

Soft spoken merupakan cara siswa laki-laki untuk memperlakukan perempuan sebagai teman cewek. Cewek yang memiliki perasaan yang sensitif, harus diajak bicara dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan.

Siswa putra belajar tentang peran laki-laki bersama Abraham Bondan di ruang Bintang.

“Seru, soalnya banyak manfaat jadi tau penyakit kewanitaan, lebih tahu kebersihan saat ‘dapet’. Selain itu, biasanya kalau ada info bentuknya hanya presentasi, kalau ini ada interaksi,” ungkap Alexa Jeslyn, siswa kelas 8 Balthazar.

Sharing dari Alexa ini bukan tanpa alasan. Informasi yang disampaikan dikemas dengan menarik, lengkap dengan permainan yang menantang keingintahuan. Tip untuk meningkatkan mood saat akan menstruasi juga disampaikan oleh narasumber dr. Marie Caesarini yang berprofesi sebagai dokter obgyn.

“Remaja perempuan memang memiliki kerentanan yang kompleks terutama tentang kesehatan reproduksinya. Sebagai remaja, tip seputar menstruasi sangat bermanfaat bagi remaja SMP ini,” tutur Ansgaria Oscarita, wakil kepala sekolah bidang kehumasan.

Aktivitas gerak juga merupakan faktor penting dalam kesehatan remaja perempuan. Menindak lanjuti hal ini, bersama Hers Protex, SMP Stece 1 juga mengikuti lomba voliy khusus putri sebagai bentuk komitmen untuk “menggerakkan” motorik mereka.

Imelda Wiwit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *