Disiplin Tinggi Sekolah Marsudirini, Jadi Nadi Hidup Harian

Festival Seniora Marsudirini Ambarawa

News1634 Views

Ambarawa. Yayasan Marsudirini Perwakilan Ambarawa pada pekan lalu selama dua hari menggelar sebuah perhelatan besar bertajuk Festival Seniora Marsudirini Ambarawa dengan tema “Harmoni Marsudirini”.

Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk menjaring aneka bakat atau talenta dari anak-anak usia dini hingga usia sekolah dasar dalam bidang seni dan olahraga. Menurut Cahyo Edi Teguh Prasetyo selaku Ketua Panitia Seniora Marsudirini, kegiatan ini sudah sejak lama dirancang dan dipersiapkan oleh panitia yang terdiri dari para guru dan karyawan kompleks Ambarawa (KB-TK Virgo Maria 1, SD Virgo Maria 1, dan SMP Mater Alma).

Festival Seniora dirancang selama dua hari dibuka dengan penampilan siswa-siswi TK Virgo Maria-SD Virgo Maria 1-SMP Mater Alma yang berkolaborasi membawakan marching band. Kolaborasi lintas unit sekolah ini ingin menunjukkan kesinambungan pendidikan yang dicanangkan oleh Yayasan Marsudirini sejak usia dini hingga remaja.

Selain pendidikan dasar dan menengah, di sekitar Ambarawa-Bawen-Bedono juga sejak lama telah hadir SMA yang mengapit dan menjadi sayap-sayap Marsudirini Kompleks Ambarawa, yaitu SMA Virgo Fidelis Bawen dan SMA Sedes Sapientiae Bedono.

Kesinambungan unit-unit pendidikan ini merupakan salah satu karya Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani (Suster OSF) yang terus-menerus dijaga dan ditingkatkan kualitas layanan maupun kualitas para peserta didiknya.

Sr. M. Christella, OSF, S.Pd. selaku Pimpinan Yayasan Marsudirini Pusat mengungkapkan sukacita dan kebanggaannya bahwa Yayasan Marsudirini Perwakilan Ambarawa berani menyelenggarakan acara festival ini. “Yayasan Pusat mendukung penuh dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk panitia yang telah bekerja keras dan cerdas mewujudkan kegiatan ini,” ucapnya.

Ketua Panitia Seniora, Ketua Yayasan Marsudirini Pusat, dan Perwakilan dari Disdikbudpora membunyikan drum sebagai awal dimulainya Festival Seniora.

Sr. Christella menyapa para tamu undangan yang hadir, baik para kepala sekolah, perwakilan dari dinas, para donatur, dan terlebih para orang tua yang menemani putra-putrinya untuk menunjukkan talenta-talentanya.

Ia pun menjelaskan, Kompleks Marsudirini Ambarawa tidak hanya dikenal melalui eksistensi sekolah-sekolahnya, tetapi juga melalui Klinik Mardi Rahayu dan Rumah Retret Pangesti Wening sebagai ladang karya yang dipercayakan Tuhan pada Kongregasi OSF.

Sementara itu, Sisilia Indun Mawarti, S.S., M.M. selaku Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Semarang yang hadir mewakili Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara festival ini.

Indun juga memberikan testimoni atas hasil didikan para Suster OSF pada khususnya, dan sekolah-sekolah Katolik pada umumnya di wilayah Kabupaten Semarang.

Sebagai salah satu alumnus dari Sekolah Marsudirini di Ambarawa, Indun merasa bangga pernah dididik dengan kedisiplinan tinggi. “Karakter kedisiplinan tersebut terbawa dan sudah menjadi nadi dalam hidup harian dan terlebih di dunia kerja,” ungkapnya.

Disampaikan pula, kompleks sekolah dan biara di Marsudirini Ambarawa ini merupakan salah satu cagar budaya yang akan terus dilestarikan, dijaga, dan dilindungi oleh pemerintah. “Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar Marsudirini Ambarawa,” pungkas Indun.

Kesinambungan unit-unit pendidikan merupakan salah satu karya Suster OSF yang terus dijaga dan ditingkatkan kualitas layanan maupun para peserta didiknya.

Secara simbolis Ketua Panitia Seniora, Ketua Yayasan Marsudirini Pusat, dan Perwakilan dari Disdikbudpora secara bersama-sama membunyikan alat musik drum sebagai awal dimulainya Festival Seniora.

Selama dua hari penyelenggaraan festival ini, telah diadakan tujuh jenis lomba untuk tingkat anak usia dini hingga sekolah dasar. Lomba baby dance dan menyusun cup (kategori anak usia dini), lomba mewarnai gambar dan solo vokal (kategori anak TK A/B), dan lomba Mobile Legend, futsal, serta line dance (kategori anak SD).

Seluruh lomba diikuti oleh total 545 peserta dari ketujuh jenis perlombaan. Dari masing-masing kategori diambil tiga juara yang mendapatkan tropi kejuaraan, sertifikat penghargaan, uang pembinaan, dan voucher pendidikan.

Hari pertama festival dipenuhi dengan aneka perlombaan yang diselenggarakan di unit-unit sekolah Marsudirini. Antusiasme para peserta dan orang tua makin menyemarakkan jalannya Festival Seniora.

Dalam beberapa kesempatan pula, ditampilkan talenta-talenta muda siswa-siswi Marsudirini, baik dalam bidang seni maupun olahraga. Hari kedua festival diisi dengan beragam penampilan dari unit-unit sekolah dan juga beberapa tamu undangan khusus. Juga pembagian hadiah kejuaraan lomba-lomba yang diadakan.

Selain aneka lomba, unit-unit juga memamerkan hasil karya siswa-siswi dan beragam alat peraga pendidikan di aula Rumah Retret Pangesti Wening. Para pengunjung selain dapat menikmati aneka penampilan juga dapat mengenal lebih dalam bagaimana para peserta didik dan pendidik berdinamika dalam unit sekolah.

Keramaian dan sukacita makin terasa dengan kehadiran UMKM di sekitar Ambarawa. Kehadiran mereka menjadi salah satu bentuk konkret kehadiran Gereja untuk turut serta mengembangkan keterampilan dan kreativitas UMKM.

Festival Seniora hari kedua ditutup dengan penampilan tari Angguk Joss secara kolosal. Kehadiran dan sukacita yang diciptakan dalam festival seni dan olahraga ini diharapkan mampu disebarluaskan dan menambah sukacita bagi mereka yang mendengarnya.

Paulus Widiantoro, S.S. 
Guru di Marsudirini Ambarawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *