Sleman. Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025, PT Kanisius menggelar lomba paduan suara dan mazmur yang melibatkan seluruh sekolah Katolik dan sekolah umum se-Keuskupan Agung Semarang (KAS) di kompleks PT Kanisius pada Jumat, 27 September 2025.
Lomba paduan suara dan mazmur tingkat sekolah dasar (SD) ini merupakan kegiatan rutin setiap dua tahun yang diselenggarakan PT Kanisius bekerja sama dengan Komisi Pewartaan dan Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang.
Acara rutin yang mengusung tema “Bermadah Bersama Memuliakan Tuhan” selain untuk memperingati Bulan Kitab Suci Nasional juga untuk memperebutkan piala bergilir dari Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang.
Peserta lomba mazmur terdiri dari 37 sekolah, masing-masing mengirimkan dua anak untuk mengikuti lomba tersebut. Sedangkan peserta yang mengikuti lomba paduan suara terdiri dari 28 sekolah.
“Pesertanya satu keuskupan, yang paling jauh dari Semarang. Lalu ada Magelang, Temanggung, Klaten, dan Jogja yang paling banyak,” jelas Gambit, salah satu panitia acara.
Kriteria penilaian dalam lomba ini terdiri dari beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh setiap peserta. “Kriteria penilaian yang harus ditaati setiap peserta adalah mengikuti partitur yang sudah disediakan dan disepakati bersama,” tegas A. Gathut Bintarto, juri lomba paduan suara.

Selain itu, kriteria penilaian untuk lomba paduan suara adalah intonasi, kualitas suara, ketaatan literasi, dan artistik penampilan. Sedangkan kriteria penilaian lomba mazmur terdiri dari penjiwaan, ketepatan nada, dan teknik vokal.
Garda Gandara, peserta lomba Mazmur dari SD Kanisius Kembaran, mengungkapkan strategi bernyanyinya sederhana, yakni yakin dan percaya diri. “Kami latihan dua hingga tiga minggu, dibantu guru di sekolah dan orang tua di rumah. Bukan soal juara, yang penting bisa tampil maksimal dan bertemu dengan teman sekeuskupan,” ujarnya.
PT Kanisius bersama dengan Komisi Pewartaan dan Komisi Liturgi setiap dua tahun sekali berusaha untuk membuat kegiatan di PT Kanisius. “Lomba paduan suara dan mazmur setiap tahun berganti, tetapi dua tahun sekali diperjuangkan adanya lomba paduan suara dan mazmur perwakilan dari sekolah-sekolah Katolik dan sekolah umum di Keuskupan Agung Semarang,” ungkap Rm. Ignasius Sukawalyana, Pr.
Sementara itu, Rm. Chosmas Christian Timur, Pr selaku juri lomba paduan suara menuturkan, “Dari kegiatan ini akan menjadi apresiasi untuk anak-anak belajar berkompetisi tetapi juga saling bertemu dengan teman-teman yang lainnya. Dan, yang utama, bukan hanya tentang kompetisi, tetapi bagaimana mereka mampu memuliakan Tuhan sebaik mungkin, bekerja sama dengan yang lainnya, dan bagaimana mereka bergembira di dalam usia mereka saat ini.”
Pastor Vikaris Paroki St. Yakobus Bantul yang akrab disapa Rm. Oot ini berharap, “Untuk anak-anak yang tampil, semoga mereka tidak bernyanyi hanya di kelompok paduan suara di sekolah, akan tetapi mereka bisa bernyanyi di lingkungan-lingkungan, paroki, dan pada saatnya nanti mereka yang akan meneruskan paduan suara di gereja ketika mereka dewasa nanti.”
Menurutnya, kegiatan lomba ini menjadi sebuah kaderisasi untuk para penyanyi Gereja dan ke depannya acara ini diharapkan tetap bisa berjalan karena antusiasme dari sekolah-sekolah.
Sella, Okta, Dina, & Calvin













