Manggarai Barat. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Festival Golo Koe tahun 2025 adalah prosesi Patung Bunda Maria Assumpta dari paroki ke paroki se-Keuskupan Labuan Bajo yang berlangsung dari tanggal 9 Juli hingga 4 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan Festival Golo Koe sebagai sebuah festival religi-budaya yang berakar pada tradisi spiritual dan budaya masyarakat lokal. Selain itu, prosesi patung Bunda Maria Assumpta ini juga bermaksud agar semangat devosional umat makin ditumbuhkan untuk mewujudkan Keuskupan Labuan Bajo yang sinodal, solid, dan solider.
Pelepasan patung Maria Assumpta
Dalam rancangan awal panitia, arca Bunda Maria Assumpta diarak melalui jalur laut menuju Paroki Santo Martinus Bari sebagai tempat pertama penziarahan Bunda Maria. Namun, karena cuaca tidak baik, maka arca Bunda Maria Assumpta diantar melalui jalan darat menuju Rumah Kevikepan Pacar pada Selasa, 8 Juli 2025. Upacara pelepasan dikemas dalam ibadat sabda meriah dipimpin oleh Rm. Lorens Sopang, Pr.
Hadir dalam upacara pelepasan ini Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, Rm. Richardus Manggu, Pr (Vikjen Keuskupan Labuan Bajo), Rm. Fransiskus Nala, Pr (Sekjen Keuskupan Labuan Bajo), Rm. Martin Wilian, Pr (Ekonom Keuskupan Labuan Bajo), Rm. Yuvensius Rugi (Vikep Labuan Bajo), dan sejumlah imam lain.
Setelah ibadat sabda, patung Bunda Maria Assumpta diantar menuju Rumah Kevikepan Pacar di bawah pimpinan Rm. Yuvens yang juga Ketua Seksi Prosesi Festival Golo Koe tahun 2025. Ia menerangkan, “Prosesi patung Maria Assumpta merupakan salah satu agenda utama dalam Festival Gole Koe 2025. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini patung Bunda Maria Assumpta akan berziarah ke-26 paroki dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo yang dimulai di Paroki St. Martinus Bari.”

Kegiatan ini berpuncak pada prosesi akbar Maria Assumpta yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2025 dari Waterfront City menuju bukit Golo Koe. Kegiatan prosesi ini bertujuan untuk menguatkan kesadaran umat akan peran Maria dalam Gereja, sekaligus ajakan spiritual agar bersama Maria, umat terlibat aktif dalam mewujudkan Keuskupan Labuan Bajo yang sinodal, solid, dan solider.
Rm. Frans Nala juga menjelaskan, “Patung Bunda Maria Assumpta menjadi ikon penting dan sentral dalam Festival Golo Koe. Bunda Maria Assumpta merupakan simbol pengharapan dan peziarahan umat beriman menuju kepenuhan hidup dalam Sang Khalik. Bunda Maria yang diangkat ke surga secara utuh melambangkan penyerahan diri yang penuh dan total kepada Allah.”
Ziarah Bunda Maria Assumpta adalah ziarah yang merangkul semua manusia dan segenap ciptaan. Secara spiritual, seluruh perjalanan hidup orang beriman akan bermuara pada persekutuan abadi dengan Allah dalam Kerajaan Surga. Namun, ziarah iman bukan ziarah individual, melainkan ziarah bersama dalam semangat sinodal, persaudaraan, dan inklusif. Dimensi-dimensi inilah yang juga hendak ditonjolkan dalam kegiatan Festival Golo Koe.
Penerimaan yang semarak dan meriah
Paroki pertama yang dikunjungi patung Bunda Maria Assumpta adalah Paroki St. Martinus Bari yang terletak di pesisir utara Pulau Flores, Kecamatan Macang Pacar. Patung Bunda Maria diantar dari Rumah Kevikepan Pacar oleh Mgr. Maksi bersama Rm. Richardus Manggu, Rm. Frans Nala, Rm. Martin Wilian, Rm. Didimus Mbembo, Pr (Vikep Pacar), Rm. Yuvens Rugi, serta perwakilan dari Pemda Manggarai Barat, Aloisius Lahi (Asisten III), Adrianus Gunawan (Kadis Perhubungan), dan Patwal dari Polres Manggarai Barat. Hadir juga pada kesempatan ini para imam (pastor paroki) se-Kevikepan Pacar.
Uskup Labuan Bajo bersama rombongan pengantar patung Bunda Maria Assumpta bertolak dari Pacar pukul 08.15 WIT dan tiba di Paroki Bari pada pukul 10.30 WIT. Mereka disambut secara meriah oleh seluruh umat yang sudah berkumpul sejak pagi hari dengan tari-tarian, nyanyian, dan prosesi adat.

Umat yang hadir dalam acara ini tidak hanya Katolik, tetapi juga umat Islam dalam balutan pakaian adat bermotif Manggarai. Suasana persaudaraan dan inklusivitas sungguh terasa. Di sepanjang jalan, tampak juga hiasan janur, umbul-umbul, dan gapura di setiap KBG yang menambah semarak suasana penerimaan.
Patung Bunda Maria Assumpta diterima secara adat dengan tarian dan kapok, kemudian ditakhtakan di Kapel. Setelah itu, dilangsungkan ibadat sabda penerimaan yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bari, Rm. Benediktus Hengki, Pr.
Setelah perayaan sabda, patung Bunda Maria Assumpta diprosesikan menuju Gereja Paroki Bari. Sepanjang perjalanan ini, umat berdoa dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria. Singkatnya, perayaan penyambutan dan proses berjalan semarak dan meriah.
Dalam Perayaan Ekaristi pembukaan prosesi tingkat paroki di Gereja St. Martinus Bari, Mgr. Maksi mengajak seluruh umat untuk belajar dari cara hidup dan teladan iman Bunda Maria. “Pada hari ini, Bunda Maria mengunjungi paroki, stasi, Komunitas Basis Gerejawi (KBG), keluarga, dan setiap kita. Ini peristiwa rahmat yang perlu disyukuri bersama. Bahwasannya Allah selalu menyatakan cinta-Nya kepada kita dan mau berjalan bersama kita melalui kehadiran Bunda Maria. Ia menjadi model bagi kita dalam membangun iman dan meniti peziarahan hidup kita di tengah dunia ini.”
Mgr. Maksi juga menuturkan, “Kita diajak untuk selalu membawa sukacita dan menghadirkan harapan bagi siapa pun dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk yang seiman dengan kita, tetapi juga lintas iman.”

Acara penerimaan ini sungguh menampilkan nuansa persaudaraan yang inklusif karena juga dihadiriumat Islam. “Marilah kita menjaga persaudaraan seperti ini yang juga menjadi semangat dasar dari Festival Golo Koe yang kita rayakan,” tegas Mgr. Maksi.
Selanjutnya, Rm. Richardus yang juga Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe 2025 mengajak seluruh umat Paroki Bari untuk memaknai kunjungan patung Bunda Maria Assumpta sebagai kesempatan untuk membarui semangat iman sebagai anak-anak Bunda Maria.
“Saya mengajak kita semua untuk mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan Festival Golo Koe yang dimulai hari ini di Paroki Bari dan puncaknya pada tanggal 10-15 Agustus 2025 di Labuan Bajo. Festival ini bercorak religi budaya dan mengedepankan inklusivitas lintas agama dan lintas etnis. Karena itu, dalam kerja sama dengan Pemda dan kelompok lintas agama, kita mendorong agar kekayaan religius ditampilkan, khazanah budaya diungkapkan, kreativitas masyarakat melalui UMKM diangkat, dan persaudaraan lintas agama dirayakan dalam semangat kebersamaan,” papar Rm. Richardus.
Aloisius Lahi juga mengatakan, “Festival Golo Koe merupakan kebanggaan kita semua. Sejak awal, kepanitiaan dalam festival ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Memang kerja sama dengan Gereja bukan hanya dalam kegiatan festival, tetapi juga dalam banyak kegiatan lain. Tetapi dalam Festival Golo Koe, kolaborasi itu sungguh terasa. Kami mengajak kita semua untuk menyukseskan rangkaian kegiatan Festival Golo Koe tahun ini dalam semangat kerja sama dan persaudaraan lintas budaya dan agama sehingga daerah kita semakin bertumbuh dan pariwisata semakin maju dan berdampak bagi semua masyarakat.”
Camat Macang Pacar selaku ketua panitia, Dorotheus Ugan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Uskup Labuan Bajo dan kepercayaan Panitia Festival Golo Koe untuk memulai rangkaian prosesi Patung Bunda Maria di Paroki Bari.

“Kami berterima kasih kepada Mgr. Maksi bersama rombongan keuskupan atas kunjungan perdana di paroki ini dalam rangka pembukaan prosesi paroki Festival Golo Koe 2025. Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Memang, wilayah kami ini masih diliputi banyak kekurangan dan keterbatasan, seperti infrastruktur jalan, jaringan telepon, dan listrik. Namun, hati kami selalu terbuka dan menyambut dengan penuh kasih semua yang datang ke sini. Apalagi yang mengunjungi kami hari ini adalah Bunda Maria. Ini sesuatu yang Istimewa,” ungkap Dorotheus.
Selanjutnya, patung Bunda Maria Assumpta akan diarak dari Paroki Bari menuju Paroki St. Markus Pateng-Regho pada Kamis, 10 Juli 2025, dan seterusnya di setiap paroki di Kevikepan Pacar. Setelah paroki-paroki di Kevikepan Pacar, patung Bunda Maria Assumpta akan mengunjungi paroki-paroki di Kevikepan Wae Nakeng dan terakhir di Kevikepan Labuan Bajo. Patung ini berkunjung selama satu hari di setiap paroki.
Vinsen Patno














