Bantul. Pesta nama sekaligus hari jadi ke-92 Paroki St. Yakobus Bantul kembali dirayakan dengan nuansa Jawa pada Minggu, 26 Juli 2026 yang jatuh pada minggu kelima. Sebelumnya, nuansa yang sama terakhir kali dilaksanakan pada hari jadi ke-89.
Sesuai jadwal, setiap minggu kelima Perayaan Ekaristi di gereja yang beralamat di Jl. Mgr Soegijapranata No. 1 Bantul ini menggunakan bahasa Jawa.
Perayaan Ekaristi dipimpin Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr (Pastor Paroki St. Yakobus Bantul) bersama Rm. Cosmas Christian Timur, Pr (Vikaris Paroki St. Yakobus Bantul) dan Rm. Yusuf Suharyoso, SJ yang merupakan salah satu imam yang berasal dari Paroki St. Yakobus Bantul.
“Dalam Pesta Pelindung St. Yakobus ini sungguh terasa Tuhan mendampingi dan melindungi kita selama 92 tahun,” buka Rm. Merdi dalam homilinya.
Belajar dari St. Yakobus yang dipanggil Yesus untuk mengikuti-Nya, Rm. Merdi menunjukkan bagaimana anak Zebedeus ini meninggalkan perahu, jala, serta ayahnya.

“Kita semua menghabiskan banyak tenaga apabila mengejar sesuatu yang dianggap bernilai, kenyamanan, kekayaan, prestasi, rasa aman, dan sebagainya. Namun, apabila kenyamanan tidak membuat iman kita bertumbuh, punya kebiasaan yang membuat jauh dari Tuhan, dan menghabiskan waktu demi sesuatu yang tidak memberi hidup yang kekal, mampukah kita melepasnya?” renung Rm. Merdi.
Maka, ia mengajak seluruh umat untuk selalu menghargai dan menjadikan Paroki St. Yakobus sebagai harta yang bernilai. Harta paroki tidak hanya berupa bangunan megah, halaman yang luas, televisi monitor di beberapa sudut gereja, dan sebagainya.
“Namun, harta paroki kita adalah anak-anak, kaum muda, dan kita sendiri,” tutur Rm. Merdi.
Selain itu, ia juga mengajak umat untuk berani mengalami pembaruan dalam hidup. Seperti jala yang ditebar ke laut, Paroki St. Yakobus Bantul terbuka pada semua orang tanpa membeda-bedakan.
“Bersama dengan St. Yakobus, semoga kita memiliki semangat mengabdi dan taat. St. Yakobus memberi teladan supaya kita tidak mencari pangkat atau penghormatan dalam melayani, tetapi berani meminum cawan pelayanan dengan rendah hati,” tutup Rm. Merdi.

Sementara itu Florentinus Indarta, Ketua Panitia HUT ke-92 Paroki St. Yakobus Bantul, memaparkan tema perayaan yakni “Menjadi Gereja yang Bertumbuh dalam Sukacita, Berbuah dalam Kesejahteraan”.
Ada tiga pesan yang Indarta perinci dari tema ini. Pertama, “bertumbuh dalam sukacita” bermakna Gereja tumbuh berkembang melalui kasih, sumbangan tenaga (partisipasi), serta bersyukur dengan gembira. “Semua itu membuat kita kuat menghadapi tantangan,” ujar Indarta.
Kedua, “berbuah dalam kesejahteraan”, bermakna iman hendaknya nyata (konkret) dalam karya. “Gereja berbuah dalam kesejahteraan tampak ketika membantu sesama yang berkekurangan dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat,” papar Indarta.
Ketiga, menjadi Gereja yang mengutus. “Usia 92 tahun ini bukan menjadi yang terakhir atau penutup, tetapi awal baru. Kita semua dipanggil untuk melayani, berbagi, dan selalu membagi terang seperti teladan St. Yakobus,” pungkas Indarta.

Di pengujung Perayaan Ekaristi ada momen istimewa ketika Rm. Merdi menyampaikan Apresiasi Praktik Baik kepada beberapa lingkungan sebagai hasil dari program Suling (Sanja Umat Lingkungan).
Program ini merupakan bentuk perhatian Gereja melalui sanja (kunjungan) kepada lingkungan untuk menyapa umat sekaligus mengetahui perkembangan maupun keadaan umat separoki.
Lingkungan-lingkungan yang mendapat plakat penghargaan yaitu Lingkungan St. Benedikus (Wilayah Maria Tak Bernoda), Lingkungan St. Barnabas (Wilayah Santa Anna), Lingkungan St. Laurensius (Wilayah Maria Assumpta), dan Lingkungan St. Rafael (Wilayah Santa Anna).
Selain itu, ada satu lingkungan yang mendapat apresiasi khusus, yakni Lingkungan St. Antonius (Wilayah Maria Rosari). “Meski umatnya sedikit, tetapi aktif dan rajin,” puji Rm. Merdi.
Usai Perayaan Ekaristi, panitia menggelar kegiatan donor darah, pesta umat, bazar UMKM Paroki, dan panggung hiburan.
Willy Putranta














