Air Mata Bahagia Menjadi Saksi Penerimaan SK Dua Guru Besar Fakultan Hukum dan Teknik UAJY

News751 Views

Siang menjelang sore, ruang Diskusi Kampus II Gedung Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjadi saksi peristiwa yang menandai pencapaian panjang Dua Guru Besar Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum UAJY. Surat Keputusan kenaikan jabatan profesor akademik diserahkan kepada Prof. Dr. Ir. Imam Basuki, MT., IPU., ASEAN Eng., dan Prof. Elisabeth Sundari, SH, M.Hum.

SK yang diserahkan pada Kamis, 12 Mei 2026 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY . Penyerahan dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, MM, Ph.D., kepada Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, SH, LL.M., sebelum akhirnya diteruskan ke dua guru besar baru itu.

Keduanya pun menerimana dengan penuh haru. Ini adalah rahmat dari perjuangannya yang didukung para pihak. Dan tentu rahmat Tuhan yang senantiasa menyertai. Itulah kejujuran dari lubuk hatinya.

 

Prof. Dr. Ir. Imam Basuki, MT., IPU., ASEAN Eng. saat memberikan sambutan seusai menerima SK Guru Besar. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Air mata sempat menetes dipipi Prof. Imam Basuki. Kebahagiaan dan serta haru bahagia tak bisa tertutupi akhirnya jatuhlah air mata itu. Dalam sambutannya  Pro Imam merasa terharu dan bangga atas perjalanan panjang yang tidak mudah hingga meraih gelar profesor.

Berbagai tantangan harus dilaluinya. Baginya pencapaian ini tidaklah mudah. Tantangan, penolakan, dan proses yang tidak singkat harus ditempuh dan dijalani dengan penuh semangat dan setia.

“Dari proses ini saya belajar bahwa perjalanan bukan akhir tetapi bagian dari pengetahuan saya. Dalam kehidupan ada sebuah pertentangan, penolakan, kegagalan. Dan yang pasti juga di situlah saya merasa diuji. Saya harus kuat, itu bukan jatuh, tapi itu adalah sebuah proses di mana saya harus berani bangkit. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah menjadi bagian dalam perjalanan saya,” ujar Prof. Imam dengan tersenyum dan mengusap air mata bahagia.

Lain dari Prof. Imam, Guru Besar dari Faukultas Hukum UAJY Prof. Sundari mengawali sambutan syukurnya dengan joke yang membuat seluruh hadirin tertawa bahagia. Ia pun melanjutkan, terima kasih dan apresiasi yang begitu besar kepada kepada keluarga, rekan kerja, serta institusi yang telah memberikan dukungan selama prosesnya.

Prof. Elisabeth Sundari, SH, M.Hum memberikan sambutan seusai menerima SK Guru Besar (UTUSAN/Slamet Riyadi).

“Saya dengan bermodal prinsip ora et labora, jadi saya bekerja dan berusaha semampu kita akhirnya saya bisa sampai pada hari ini. Selain itu, terima kasih juga kepada teman-teman saya yang senior-senior maupun yang junior. Atas dukungannya, atas segalanya sehingga saya juga bisa mencapai apa yang bisa saya capai hari ini. Dan pada kesempatan ini, saya mengajak kepada teman-teman yang mungkin harus menjadi guru besar mari kita mencoba,” kata Prof. Sundari.

Sementara itu, Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto kepada kedua guru besar memberikan harapan besar kepada dua guru besar baru tersebut. Baginya, keberadaan profesor bukan sekedar gelar akademik, melainkan tenaga penggerak yang dapat menghidupkan denyut universitas. Ia berharap keduanya menjadi lokomotif yang mendorong dinamika di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Kami berharap guru-guru besar ini, mengikuti guru-guru besar yang lain, yang akan menjadi lokomotif bagi pergerakan dan dinamika. Terutama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Harapannya, akan muncul masyarakat di bidang-bidang yang berbeda di kemudian hari,” ujarnya.

Dari kiri: Prof. Setyabudi Indartono, MM, Ph.D., Dr. G. Sri Nurhartanto, SH, LL.M, Prof. Dr. Ir. Imam Basuki, MT., IPU., ASEAN Eng., Prof. Elisabeth Sundari, SH, M.Hum., berpose untuk media sesusai penyerahan SK Guru Besar. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Pada kesempatan ini, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Kepala LLDIKTI) Wilayah V DIY pun turut memberikan apresiasi atas bertambahnya jumlah guru besar di UAJY. Ia pun berbesan bahwa menjadi guru besar bukan sebagai akhir perjalanan akademik. Katanya, hal adalah sebagai permulaan untuk memperluas kontribusi nyata.

“Menjadi guru besar justru awal kita memaksimalkan seluruh kemampuan kita untuk meningkatkan kebijakan terhadap diri kita. Kalau di UAJY sudah ada 25 guru besar. Maka per hari ini dari 7.050 dosen yang sudah menjadi guru besar baru 261. Kalau tadi disampaikan target saya tahun 2028 mudah-mudahan bisa sampai 400 guru besar, saya kira make sense,” ujar Prof. Setyabudi.

Mememungkasi pesannya Prof. Setyabudi mengatakan bahwa bertambahnya guru besar di UAJY diharapkan mampu memperkuat kontribusi universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kualitas akademik yang semakin unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *