Komunitas Napak Ziarah Pugeran Mampir di Gereja Bantul Disambut Ibu-Ibu Paroki

News619 Views

Bantul. Sebanyak 125 orang peserta Komunitas Napak Ziarah (KNZ) Pugeran Yogyakarta mampir di Gereja Paroki Santo Yakobus, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 16 Juni 2026.

Rombongan yang dipimpin Pastor Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran Rm. FX Sukendar, Pr itu disambut hangat Ibu-Ibu Paroki Bantul yang dipimpin Sylvia MW Primawati.

Para peserta KNZ dengan seragam khusus, tetapi juga ada seragam dari paroki atau kota lain, mampir sejenak untuk kemudian melanjutkan jalan kaki ke Gereja HKTY Ganjuran, Bantul. Di tempat tujuan itu, mereka akan mengikuti Misa Ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm. Kendar. Peserta KNZ iterdiri dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, dan difabel.

“Pada kegiatan pertama, KNZ melaksanakan jalan kaki ziarah ke Gunung Sempu. Kali ini, kegiatan kedua kami menuju ke Ganjuran. Kami bersukacita dan semangat. Panitia telah memilihkan rute yang nyaman sehingga peserta dapat jalan santai, aman, dan nyaman,” kata Rm. Kendar.

Suasana halaman Gereja Santo Yakobus, Klodran, Bantul pagi itu menjadi agak berbeda. Ibu-ibu Paroki Bantul berbaur menyambut hangat kunjungan KNZ Pugeran Yogyakarta. Rm. Kendar saat foto bersama mengatakan, “Ayo Pugeran ‘besanan’ karo (dengan) Klodran.” Tentu saja sapaan spontan ini mengundang tawa peserta napak ziarah dan ibu paroki.

Rombongan Komunitas Napak Ziarah (KNZ) Paroki Pugeran yang dipimpin Rm. FX Sukendar, Pr (tengah jongkok) bersama Ibu-Ibu Paroki Bantul di halaman depan Gereja Bantul.

Kehadiran komunitas “mlampah” atau berjalan kaki bernuansa rohani menuju ke suatu tempat doa atau gereja kian marak di masyarakat. Tidak terkecuali Paroki Gereja HKTY Pugeran Yogyakarta yang sejak 1 Mei 2026 memiliki Komunitas Napak Ziarah atau KNZ.

Pengurus KNZ Lusia H. Mumpuni mengemukakan, untuk kegiatan napak ziarah ketiga nanti akan dilaksanakan sekitar bulan Juli 2026, bertepatan dengan hari jadi paroki ke-92. Di paroki ini terdapat beberapa komunitas yang semuanya dilaksanakan dengan baik oleh umat. Komunitas lain itu misalnya paguyuban ibu-ibu berkebaya.

Menurut Lusia, persyaratan mengikuti kegiatan napak ziarah ini sederhana, yang penting sehat dan mau jalan. Pihaknya juga menerima peserta dari luar paroki dan bahkan dari luar kota. Dalam kegiatan mendukung kesehatan fisik ini, ditekankan pula sisi rohani melalui berdoa dan Perayaan Ekaristi.

Ibu-ibu Paroki Bantul terlihat senang dan semangat menerima kunjungan tamu KNZ Pugeran ini. Mereka menyediakan minuman teh hangat dan siap melayani keperluan kesehatan atau kamar kecil para peserta.

Setelah kunjungan KNZ Pugeran, pada hari yang sama, datang pula rombongan suster dari Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yang juga melakukan jalan ziarah dan mampir di Gereja Bantul.

Anto Margono
Pegiat Literasi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *