Pandangan Katolik tentang Negara dan Kemanusiaan

Bingkai319 Views

Pandangan Gereja Katolik tentang negara dan kemanusiaan berakar pada satu prinsip fundamental yaitu martabat pribadi manusia (Dignity of the Human Person). Gereja mengajarkan bahwa setiap individu memiliki nilai yang tak terbatas karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Oleh karena itu, tujuan utama negara dan semua institusi politik adalah melayani dan melindungi martabat kemanusiaan ini, serta mencapai Kesejahteraan Umum (Bonum Commune).

Kesejahteraan umum diartikan sebagai kondisi sosial yang memungkinkan semua orang, baik kelompok maupun individu, mencapai pemenuhan hidup mereka secara penuh. Dokumen Gereja yang sangat relevan di masa ini adalah Ensiklik Fratelli Tutti (Semua Bersaudara) oleh Paus Fransiskus (2020). Ensiklik ini menyerukan persaudaraan universal dan persahabatan sosial sebagai dasar bagi tatanan dunia yang baru.

Gereja Katolik memandang negara sebagai suatu tatanan yang diperlukan untuk mengatur kehidupan sosial manusia yang diciptakan sebagai makhluk sosial. Negara memiliki otoritas untuk memerintah, tetapi kekuasaan ini harus dijalankan sesuai dengan hukum moral dan demi keadilan. Terdapat dua pilar utama dalam relasi antara negara dan kemanusiaan: solidaritas dan subsidiaritas.

Prinsip solidaritas menuntut adanya tanggung jawab bersama dan kepedulian khusus terhadap kaum miskin dan rentan (pilihan utama bagi kaum miskin). Sementara itu, prinsip subsidiaritas mengajarkan bahwa pemerintahan yang lebih besar (negara) tidak boleh mengambil alih tugas yang dapat dilakukan secara efektif oleh komunitas yang lebih kecil (seperti keluarga atau masyarakat lokal). Hal ini memastikan bahwa inisiatif warga negara dihormati dan negara tidak menjadi terlalu dominan.

Untuk menanggapi konflik dalam konteks global dan modern, pandangan Katolik semakin mendorong konsep persaudaraan universal. Melalui Ensiki Fratelli Tutti (2020), Paus Fransiskus menekankan pentingnya membangun “sebuah keluarga manusia yang lebih besar”. Artinya, sebuah peradaban yang melampaui batas-batas negara dan kepentingan sempit nasionalistik.

Ensiklik  Fratelli Tutti secara tegas menolak perang, nasionalisme yang agresif, dan politik yang manipulatif. Alasannya karena semua itu merusak persahabatan sosial. Pesan utama Ensiklik ini adalah kita harus meneladani “Orang Samaria yang Baik Hati” yaitu mengakui dan melayani setiap orang yang terluka di pinggir jalan, tanpa memandang latar belakang mereka. Kesadaran akan satu keluarga manusia ini menjadi tuntutan moral bagi setiap kebijakan negara.

 

Lenila Fatubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *