Sebagai seorang Suster Dominikan, setiap hari saya diingatkan akan panggilan untuk mewartakan kebenaran dan kasih Kristus lewat cara hidup sederhana dan pelayanan yang penuh kasih.
Ketika saya diutus untuk berkarya di SD Joannes Bosco Yogyakarta, hati saya dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Di sinilah saya belajar menemukan Tuhan dalam tawa anak-anak, dalam kesabaran mendampingi mereka belajar, dan dalam kerja sama dengan para guru serta tenaga kependidikan yang penuh semangat persaudaraan, tanggung jawab, serta sukacita setiap harinya dalam mendampingi anak-anak di SD Joannes Bosco Yogyakarta menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan cinta kebenaran dalam semangat Santo Dominikus.
Saya sering melihat wajah-wajah polos memancarkan kasih, perhatian, dan semangat Santo Dominikus, yakni memulai dari apa yang ada, berdoa, belajar, demokrasi, berbela rasa, kegembiraan, dan persaudaraan.
Di sanalah saya belajar bahwa menjadi pendidik bukan sekadar mengajar, tetapi mendampingi dan menuntun jiwa-jiwa kecil menuju terang kebenaran. Dalam setiap sapaan pagi, doa bersama sebelum belajar, atau ketika membantu anak yang kesulitan, saya merasakan sentuhan lembut Allah yang hadir dalam keseharian.
Santo Dominikus mengajarkan kami untuk hidup dalam Veritas — Kebenaran. Di lingkungan sekolah, semangat ini dihidupi lewat pembentukan karakter, kejujuran, dan cinta pada ilmu pengetahuan. Sebagai Suster Dominikan, saya merasa terpanggil untuk menyemai benih kebenaran dan kasih dalam hati anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mencintai Tuhan dan sesama.
Karya pendidikan di SD Joannes Bosco bukanlah tugas individu, melainkan karya bersama.
Saya bersyukur dapat bekerja sama dengan para guru, karyawan, dan orang tua murid yang saling mendukung. Dalam semangat contemplare et contemplata aliis tradere — merenungkan dan membagikan buah kontemplasi — kami saling menguatkan dan meneguhkan dalam pelayanan.
Kebahagiaan menjadi Suster Dominikan bukan terletak pada tempat atau jabatan, melainkan pada kesetiaan menjalani perutusan dengan hati penuh cinta. Di SD Joannes Bosco, saya menemukan sukacita itu—sukacita karena boleh menjadi alat kecil di tangan Tuhan untuk membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berbelarasa.
Bahagia bukan karena segala sesuatu berjalan lancar, tetapi karena Tuhan hadir di setiap langkah pelayanan. Semoga melalui karya sederhana ini, saya semakin diteguhkan untuk hidup setia dalam semangat Santo Dominikus: Mewartakan Kebenaran dengan Kasih demi keselamatan jiwa-jiwa.
Sr. Paskalia, OP








