Mgr. Maksi Menyatu dengan Umat Lintas Agama dan Lansia di Paroki Nunang

News877 Views

Manggarai Barat. Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti Paroki Santo Mikhael Nunang ketika Uskup Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus hadir dalam kunjungan pastoralnya pada Minggu, 26 Oktober 2025. Dalam kunjungan ini Mgr. Maksi didampingi Rm. Frans Nala, Pr (Sekjen), Rm. Rm. Martin Wiliam, Pr (Ekonom).

Rombongan uskup diterima dalam acara penjemputan adat Manggarai, yakni Tuak Curu. Mgr. Maksi disambut hangat oleh umat dari berbagai latar belakang, termasuk umat lintas agama yang turut hadir sebagai wujud persaudaraan sejati.

“Kita semua adalah saudara, karena berasal dari kasih yang sama,” ujar Mgr. Maksi dalam sapaan pastoralnya yang menyentuh hati.

Ia pun mengajak seluruh umat untuk menumbuhkan semangat dialog dan persaudaraan lintas iman sebagai jalan menuju perdamaian sejati di tengah masyarakat yang majemuk. “Iman yang sejati selalu melahirkan kasih dan kepedulian, bukan sekat dan perpecahan,” tambahnya dengan nada lembut namun penuh makna.

Mgr. Maksi bersama rombongan diterima keluarga Muslim di wilayah Paroki Nunang.

Mgr. Maksi bersama rombongan diterima keluarga Muslim di wilayah Paroki Nunang. Keluarga Muslim ini ikut ambil bagian dalam seluruh rangkaian acara, mulai dari penerimaan, Misa, ramah tamah, dan aksi ekologis.

Dalam Perayaan Ekaristi yang meriah dan penuh persaudaraan, Mgr. Maksi berpesan bahwa kerendahan hati adalah dasar dalam membangun ziarah hidup bersama yang sinodal, solid, dan solider. Hal ini harus menjadi nilai bersama dalam hidup, membangun persaudaraan, persahabatan yang lebih akrab dan bermakna, terlebih dengan situasi Paroki Nunang yang diwarnai dengan kehidupan lintas iman yang kuat.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin seorang gembala, tetapi sebuah perjumpaan kasih yang mempertemukan iman, persaudaraan, dan kemanusiaan.

Momen paling mengharukan terjadi saat Mgr. Maksi memberikan berkat khusus bagi para orang tua dan lansia di Paroki Nunang. Dengan penuh kasih, ia menumpangkan tangan dan memberkati satu per satu para jompo yang hadir. Banyak di antara mereka meneteskan air mata haru, merasa diperhatikan dan dikasihi oleh gembala mereka.

Para lansia merasa diperhatikan dan dikasihi oleh gembala mereka.

Dalam kesempatan itu juga, keluarga difabel Fabianus Santo dan Maria E. Mamu bersama kedua buah hati mereka menghadiahkan sebuah lukisan wajah uskup. Fabianus Santo berkata lirih, “Saya merasa seperti anak kecil yang disapa oleh bapak sendiri. Hati saya tenang dan bahagia.”

Kata-kata sederhana itu menggambarkan makna mendalam dari kunjungan seorang gembala yang hadir bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk menyentuh hati.

Mgr. Maksi kemudian mengajak semua umat untuk menjaga generasi muda dan anak-anak bukan hanya dengan mempersiapkan pendidikan bagi mereka, tetapi juga menjaga alam, lingkungan, serta ekosistem yang akan memberikan dukungan bagi anak-anak ini di masa depan, “Jangan sampai di masa depan mereka kehilangan tempat untuk kehidupan yang lebih baik,” pesan Mgr. Maksi.

Selain itu, Mgr. Maksi mengingatkan agar menjaga kawasan Paroki Nunang yang terdiri dari hutan yang luas serta deretan pegunungan yang menjadi salah satu sumber dukungan keberlanjutan ekologis Labuan Bajo. Ia mengajak semua pihak agar dapat merawat alam dan berani menolak semua hal yang bermaksud merusak keberlanjutan alam.

Vinsen Patno 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *