Menguji Aroma dan Rasa

Florentia Verent Putri Dewi

Karya413 Views

Mempertahankan kualitas rasa penting dalam proses produksi makanan dan minuman. Pekerjaan Florentia Verent Putri Dewi adalah memastikan kualitas rasa produk di perusahaan kopi yang cukup terkenal di Indonesia.

Verent memang tertarik mempelajari hal yang berhubungan dengan industri makanan. Lulus dari SMK Theresiana Semarang Jurusan Farmasi Industri, sulung dari dua bersaudara ini memilih kuliah di Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang.

Gadis muda yang menyukai dunia teater ini bertekad untuk bekerja sesuai jurusannya. Sayangnya, pandemi membuat pekerjaan sulit didapatkan.

Selang setahun setelah lulus kuliah, barulah Verent mendapatkan pekerjaan impiannya. Ia diterima berkerja sebagai QC Cup Tester area RNG di PT Santos Jaya Abadi Grup Kapal Api Sidoarjo, Jawa Timur.

Verent lalu pergi ke Sidoarjo untuk menjalani pelatihan karyawan baru. Tugasnya memastikan kualitas rasa kopi di perusahaan itu. Penggemar girlband Korea Selatan Blackpink ini lantas ditempatkan di bagian QC Cup Tester (Uji Cita Rasa) Roasting and Grinding kopi hitam.

Cup tester harus peka sekaligus konsisten mengenali, membedakan, dan membandingkan rasa. Cup tester akan melakukan kegiatan yang disebut cupping. Proses ini mengingat mutu kopi yang akan dinilai setelah kopi disangrai dan digiling.

Penilaian juga dilakukan saat kopi diseduh. Aroma kopi yang muncul akan berbeda-beda tergantung asal kopinya. Uji cita rasa kopi ini dilakukan secara indrawi, yaitu melalui aroma dan rasa.

“Setiap hari saya mencicipi kopi hitam dan memastikan kualitas rasanya bagus. Maka, saya harus mengenali semua jenis kopi ini. Enam bulan sekali ada ujian validasi.

Ujian ini untuk memastikan kepekaan indra saya dalam mengenali aroma dan rasa berbagai jenis kopi,” jelas putri sulung pasangan Eleazar Heru Wibowo dan Theresia Yuli Astuti ini.

Sebagai karyawan baru, pengagum Santa Maria Magdalena ini bersyukur mendapat rekan kerja senior dan atasan yang mendukung serta bersedia mengajarinya.

Selain itu, variasi rasa dari produk kopi membuatnya lebih mengerti berbagai jenis kopi dan suasana yang tepat untuk minum kopi itu. Penggemar lagu rohani Waktu Tuhan ini senang bisa keluar dari zona nyaman dengan hidup mandiri jauh dari keluarga.

Di sisi lain, lingkungan kerja yang didominasi karyawan senior membuat Verent mengalami kesulitan menyesuaikan diri. Tak hanya itu, penyuka mi ini mesti tinggal berjauhan dari keluarganya. Ia rindu kehangatan kasih keluarganya. Gadis manis berambut lurus sebahu ini ingin memastikan keluarganya di Semarang selalu sehat.

Sebelum bekerja, Verent selalu memotivasi dirinya dengan kalimat, “Dalam nama Tuhan Yesus, saya pasti bisa.” Ia meyakini kalimat “dalam nama Tuhan Yesus” mempermudah dan menuntun pekerjaannya. Selain itu, penyuka warna merah ini selalu berusaha mengembangkan diri dan memperbaiki kekurangannya.

“Tekun berlatih dan pantang menyerah menjadikan saya kian lama kian mahir mengenali aroma dan rasa semua produk kopi di pabrik,” ujar kelahiran Semarang, 12 Maret 1998 ini.

Verent merasakan penyertaan Tuhan dalam pekerjaannya. “Ketika saya menemui kesulitan dalam pekerjaan, atasan saya mau membimbing sehingga saya lebih mudah dalam mengenali rasa berbagai jenis kopi. Saat saya merasa jenuh, staf HRD memberikan motivasi saya untuk berpikir positif,” ungkap gadis muda penyuka traveling dan wisata kuliner di waktu luang ini.

 Ketika Verent sudah benar-benar pasrah dan menyerahkan semuanya pada Tuhan, Tuhan memberi dan menunjukkan jalan-Nya. “Tuhan menguji kesetiaan saya untuk mengandalkan-Nya. Apakah saya masih mau melayani-Nya dengan tulus tanpa pamrih ketika impian saya belum berhasil? Ternyata ‘buah’ melayani Tuhan luar biasa. Tuhan memberi pekerjaan yang saya butuhkan sesuai waktu-Nya,” ucap gadis yang dipercaya menjadi bendahara pembangunan gedung pelayanan pastoral di derejanya ini

Penggemar aktor Reza Rahadian dan motivator Merry Riana ini berharap dapat melewati segala proses kehidupannya dengan baik dan tabah.

“Semoga saya kian semangat meningkatkan keterampilan saya dalam mengenali rasa dan aroma kopi. Selain itu, semoga hidup saya dikelilingi orang-orang yang baik dan mendukung karya saya,” harap aktivis OMK Paroki St. Theresia Bongsari, Semarang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed