Sebanyak 42 siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta dari kelas XI 9 dan XII 9 (kelas khas peminatan bahasa) mendapat kesempatan istimewa untuk mengunjungi pameran “The Escape Reloaded: Générations Numériques” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis, 3 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari undangan Institut Français Indonesia – Lembaga Indonesia Prancis (IFI-LIP) Yogyakarta untuk memperkenalkan siswa pada perkembangan budaya digital melalui karya seni interaktif dan teknologi.
Pameran yang berlangsung pada 21 Agustus hingga 10 September 2026 ini mengajak pengunjung memasuki sebuah pengalaman yang berbeda: “A little escape into the digital world”.
Melalui berbagai karya digital, permainan video, dokumenter, pengalaman imersif, serta teknologi augmented reality (AR), siswa diajak melihat bagaimana teknologi digital tidak hanya digunakan sebagai alat, tetapi juga dapat menjadi medium seni, kreativitas, komunikasi, dan refleksi terhadap kehidupan manusia.
Setibanya di GIK UGM, rombongan siswa De Britto diterima dan didampingi oleh Arya dan Edo dari IFI-LIP Yogyakarta. Selain itu, tiga pemandu dari GIK UGM turut memberikan penjelasan dan mendampingi siswa selama menjelajahi ruang pameran.
Pendampingan ini membuat kunjungan berlangsung interaktif, karena siswa tidak hanya melihat karya, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba dan memahami gagasan yang ada di balik berbagai karya digital yang ditampilkan.
Escape, digital generations merupakan program Institut Français yang dirancang untuk memberikan pengenalan yang menyenangkan sekaligus edukatif mengenai budaya digital. Pameran ini menghadirkan sekitar dua puluh karya yang memadukan seni digital, video game, dan realitas virtual. Secara konseptual, pameran membawa pengunjung untuk melihat berbagai persoalan digital kontemporer melalui perspektif para seniman.
Dalam pameran ini, budaya digital tidak hanya dipandang sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan manusia. Pengunjung diajak menelusuri sejarah internet, memahami perkembangan kapitalisme digital, big data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga merefleksikan posisi manusia dalam ekosistem digital.
Pameran ini juga mengangkat pentingnya keterlibatan individu dan komunitas dalam membangun transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran adalah Soul Shift karya Justine Emard. Karya yang dibuat pada 2018 tersebut mengeksplorasi hubungan antara manusia dan teknologi melalui seni digital serta teknologi robotik.

Selain itu, berbagai karya lain memberikan pengalaman yang beragam, mulai dari permainan digital, karya berbasis web, pengalaman imersif, hingga karya yang mengangkat isu sosial, kemanusiaan, lingkungan, dan perkembangan teknologi.
Bagi para siswa SMA Kolese De Britto, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk belajar dengan cara yang lebih kontekstual. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi digital, tetapi juga diajak untuk melihat bagaimana teknologi dapat beririsan dengan seni, budaya, masyarakat, dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan sikap kritis terhadap perkembangan teknologi. Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin lekat dengan dunia digital, pengalaman melihat karya-karya seperti ini menjadi relevan untuk membantu para siswa memahami bahwa teknologi bukan sekadar sesuatu yang digunakan, tetapi juga sesuatu yang perlu dipahami, dikritisi, dan dimanfaatkan secara kreatif dan bertanggung jawab.
Kunjungan ini juga mempertemukan siswa dengan karya-karya kreator dari berbagai latar belakang. Escape, digital generations sendiri dikurasi oleh Eric Boulo dan seniman digital Antonin Fourneau.
Kehadiran karya dari berbagai seniman menunjukkan bahwa budaya digital berkembang sebagai ruang global yang mempertemukan teknologi, kreativitas, seni, dan berbagai persoalan kehidupan kontemporer.
Bagi para siswa kelas XI 9 dan XII 9 (kelas khas peminatan bahasa), pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan pameran. Mereka diajak keluar dari ruang kelas untuk mengalami secara langsung bagaimana seni dan teknologi dapat menciptakan pengalaman belajar yang berbeda.
Interaksi dengan karya-karya digital juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencoba, bertanya, berdiskusi, dan membangun pemahaman melalui pengalaman langsung.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, lembaga kebudayaan, dan ruang kreatif dalam menciptakan pengalaman belajar bagi generasi muda. Undangan dari IFI-LIP Yogyakarta dan penyelenggaraan pameran di GIK UGM memberikan ruang bagi siswa untuk bertemu dengan dunia seni dan teknologi yang terus berkembang.
Dengan semangat “A little escape into the digital world”, kunjungan 42 siswa De Britto ke The Escape Reloaded: Générations Numériques menjadi sebuah perjalanan singkat, tetapi bermakna, untuk memahami dunia digital dari sudut pandang yang lebih luas.
Dari karya seni hingga kecerdasan buatan, dari permainan hingga pengalaman imersif, para siswa diajak menyadari bahwa dunia digital bukanlah ruang yang terpisah dari kehidupan manusia. Sebaliknya, dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan yang perlu dipahami dengan rasa ingin tahu, kreativitas, dan sikap kritis.
Sri Endah Setia Rini, S.S., M.Pd. Guru Bahasa Prancis SMA Kolese De Britto Yogyakarta








