Potensi dan Talenta OMK untuk Masyarakat dan Negara

Ketua DPRD Sleman Dukung OMK Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan

News590 Views

Sleman. Orang Muda Katolik (OMK) didampingi Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH) Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Sleman Y. Gustan Ganda, di Gedung DPRD Kabupaten Sleman, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam kesempatan ini, Gustan menggarisbawahi OMK sebagai anak-anak muda memiliki potensi dan talenta yang bisa disumbangkan untuk kepentingan masyarakat dan negara. “Sebagai umat Allah, teman-teman OMK harus ikut aktif berkiprah di dalam masyarakat,” pesan Gustan.

Ia mendukung sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh OMK Paroki Somohitan seraya berpesan agar ide-ide kreatif yang sudah maupun akan dilaksanakan dalam program kegiatan, dilakukan dengan penuh kesadaran diri sebagai bagian dari pengembangan diri maupun dalam membangun kerja sama dengan sesama OMK maupun masyarakat. “Saya akan dukung OMK Somohitan,“ tegasnya.

Audiensi di DPRD Sleman ini merupakan kelanjutan kehadiran Gustan ke Paroki Santo Yohanes Rasul ke Somohitan dalam sarasehan beberapa waktu sebelumnya.

Saat itu hadir pula Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Kevikepan Yogyakarta Barat Rm. Rosarius Sapto Nugroho, Pr dan Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kabupaten Sleman Matheus Sumardi.

Gustan menyampaikan kehadiran umat Allah dalam setiap kegiatan kemasyarakatan akan menjadi warna karya kasih pekerjaan Allah di tengah dinamika kehidupan. Dengan sumber daya masing-masing, anggota umat Allah tidak perlu merasa rendah diri tetapi terus mengembangkan/mengaktualisasi diri berproses beradaptasi dengan situasi perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu.

“Kerja sama membangun sinergi dengan seluruh lapisan masyarakat menjadi tugas seluruh umat Allah menjadi garam dan terang di masyarakat,” tegas Gustan pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dalam paparannya yang bertajuk “Rasul Awam Aset Gereja Dalam Njembarke Kraton Ndalem”, Gustan menambahkan peran OMK dan umat yang tangguh dan tekun sungguh sangat dinanti dari lingkungan terdekat masyarakat tempat tinggal sampai dengan membangun sinergi dengan eksekutif ataupun yudikatif dengan tidak meninggalkan tata aturan yang berlaku, untuk membangun masyarakat yang bahagia dan mensejahterakan.

Sementara Rm. Sapto menekankan hendaknya umat bersyukur atas segala perannya yang dimiliki di tengah masyarakat, apa pun yang sedang dikerjakan hendaknya ini menjadi ladang karya kasih pekerjaan Allah dalam diri masing-masing umat sehingga bisa menjadi panutan dan teladan.

“Gereja adalah diriku, jadi jangan menunjuk orang lain. Gereja bagiku adalah tanda keselamatan di tengah kehidupan yang nyata, ini harus menjadi kesadaran bersama seluruh umat,“ tutur Rm. Sapto.

Sementara itu, Sumardi memperkenalkan Perkumpulan FMKI yang merupakan wadah untuk mendorong umat Katolik agar tidak apatis, melainkan aktif terlibat dan membawa nilai-nilai moral, keadilan, serta martabat manusia dalam kehidupan berbangsa.

Didirikan pada 1998, forum ini menjadi sarana kerasulan sosial-politik serta rumah bersama untuk membangun solidaritas, menyuarakan aspirasi, dan mengimplementasikan Ajaran Sosial Gereja di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *