Puncta 2 Oktober 2025
Pw. Para Malaikat Pelindung
Lukas 10: 1-12
DALAM Katekismus Gereja Katolik No. 336 disebutkan, “sejak masa kanak-kanak sampai pada kematian, malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa mereka.
“Setiap malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya mengantarkannya pada kehidupan” (Basilius, Eun.3,1).
Perlindungan dan penyertaan malaikat itu dihayati oleh banyak umat dalam syair lagu yang memberi rasa aman tenteram dan sejuk di hati.
“Kula tansah dipun jagi malaekat. Juru pamong ingkang setya yekti. Rinten dalu tansah nyuwun keng rahmat. Kang supados gesang amba murni.”
Ini semacam lagu nina bobo yang mengantarkan kita, anak-anak, dalam ketenangan jiwa karena selalu dijaga oleh malaikat pembimbing. Setiap saat selalu memohon rahmat agar hidup kita suci murni.
Para malaikat adalah makhluk rohani yang memuliakan Allah tanpa henti-hentinya dan melayani rencana keselamatan-Nya untuk makhluk lain.
Santo Tomas Aquinas berkata, “Dalam segala pekerjaan baik, para malaikat bekerja sama dengan kita.”
Seperti para malaikat yang melayani Tuhan dengan melaksanakan firman-Nya, demikianlah kita para murid juga diutus mewartakan Kabar Baik kepada semua orang. Kita diutus pergi berdua-dua untuk membawa kedamaian sejahtera kepada semua orang.
Dalam segala pekerjaan baik, Tuhan mendampingi kita dengan mengutus malaikat-Nya agar kebaikan Allah dialami oleh banyak orang.
Memang tugas perutusan ini tidak mudah. Kita diutus seperti domba masuk ke tengah-tengah serigala.
Tetapi kita tidak perlu takut dan gelisah, Tuhan selalu menyertai kita dengan mengutus malaikat-Nya mendampingi pekerjaan-pekerjaan kita.
“Kula tansah dipun jagi malaikat.” Kita selalu dijaga oleh malaikat pelindung. Mari kita hidup suci murni di hadapan Tuhan.
Berkeliaran pada waktu malam,
Melihat bintang di langit bertebaran.
Hidupku damai dan tentram,
Malaikat jadi teman seperjalanan.
Wonogiri, ada malaikat kecil Rm. A.Joko Purwanto, Pr








