Yogyakarta. Kursus Musik Gereja yang diselenggarakan Pusat Musik Liturgi (PML) tahun ajar 2025/2026 resmi dimulai. Kegiatan ini diawali dengan ibadat sabda yang dipimpin Agustinus Hartono di Aula Puskat pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Acara ini dihadiri seluruh siswa beserta orang tuanya, dari anak hingga dewasa. Sekretariat kursus PML mencatat peserta tingkat SD kelas Vokal sebanyak 9 siswa, kelas Organ Vokal (ORVO) diikuti 25 siswa, kelas Conbrio (SMP) sejumlah 17 siswa, serta kelas dewasa atau (KMG) tingkat satu sebanyak 23 siswa, tingkat dua diikuti lima siswa, dan tingkat tiga diikuti satu siswa.

Pembukaan kursus dimulai dengan ibadat yang dipimpin Agustinus Hartono di Aula Puskat.Tono, selaku kepala HRD sekaligus bendahara PML menjelaskan, secara umum kursus ini tidak hanya membuat anak menjadi senang musik, tetapi juga memberikan didikan rasa kebersamaan, karena sistem yang diajarkan PML tidak kaku.
“Bukan aku guru, kamu murid. Namun, di sini dengan sistem yang mengedepankan sisi humanis atau dirangkul seperti dalam keluarga. Ada sebuah sapaan, kepedulian bila siswa terkendala dalam belajar, bahkan juga komunikasi dengan orang tua agar anak merasa lebih diperhatikan. Itulah salah satu kekuatan dalam kursus yang diadakan oleh PML selama ini,” sebut Tono.
Ia pun menambahkan, “Rasa kedisiplinan juga diutamakan. Sebab, dalam bermusik tidak ada istilah tawar-menawar dalam melagukan nadanya, semuanya serba pasti, sehingga bermusik juga dapat secara khusus belajar tentang sebuah kebersamaan dalam praktiknya.”

Sementara itu, Elisabeth Twitien Sezi Colasinasa selaku pemimpin PML mengatakan, “Anda semua beruntung dapat ikut dalam kursus tahun ini, karena masih banyak yang belum merasakan kursus seperti Anda. Entah alasan kesibukan ataupun yang lain. Anda merupakan masa depan Gereja yang harus dibekali dengan ilmu yang sesuai kebutuhan sekarang.”
Pembukaan diakhiri dengan peninjauan ruang praktik dan teori selama kursus yang nantinya dipandu oleh Iwan Istiyanto dan Danan Murdyantoro.








