HUT ke-78, SMP Stella Duce 1 Yogyakarta Undang Warga dalam Kenduri

News1572 Views

Yogyakarta. “Mengembangkan Kapasitas Menjadi Generasi Cerdas Berintegritas” menjadi tema hari ulang tahun (HUT) ke-78 SMP Stella Duce (Stece) 1 Yogyakarta pada Selasa, 1 Juni 2025.

Salah satu agenda perayaan adalah dengan menggelar kenduri yang mengundang masyarakat sekitar sekolah. Kenduri dibawakan dengan doa lintas agama, yakni Katolik dan Islam. Doa secara Katolik dipimpin Floribertus Supriya dan doa secara Islam dipimpin Andi Sukiran.

Sekolah tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat. Oleh karena itu, sekolah mengundang 135 tamu yang merupakan masyarakat sekitar untuk mendukung doa dan selalu mendukung keberlangsungan sekolah.

Perjalanan SMP Stella Duce dimulai pada 1 Juli 1947 dengan akta notaris SMK Stella Duce.

“Dengan menghadirkan dan mengajak para tetangga sebagai mitra sekolah pada acara kenduri sekolah ini, SMP Stece 1 hendak mengambil bagian dalam membangun komunitas yang cerdas berintegritas. Tidak hanya warga sekolah yang dicerdaskan, tetapi dukungan sistem dari masyarakat sekitar juga harus dilibatkan dalam mewujudkan sekolah yang cerdas berintegritas,” papar Ansgaria Oscarita sebagai ketua panitia.

Ia pun melanjutkan, “Siswa perlu dilatih untuk mengenali lingkungan sekitar, termasuk masyarakat di lingkungan sekolah. Mengenalkan salam dan sapa pada lingkungan sekitar sekolah, mengajak siswa untuk berbagi dan berbela rasa dalam berbagai event, menjadi salah satu tujuan dalam mengasah kecerdasan berempati dan kecerdasan sosial.”

SMP Stella Duce 1 Yogyakarta terletak di pusat kota, yang keberadaannya sering kali menyebabkan kemacetan di jalur jalan satu arah Dagen. Hal ini juga menjadi pertimbangan pihak sekolah untuk selalu memerhatikan kenyamanan bersama, mengingat fasilitas umum yang digunakan masyarakat sering terhambat dengan adanya sekolah. Oleh karena itu, sapaan sekolah sangat diperlukan dalam keberlangsungannya. Di sisi lain, sekolah juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, utamanya dalam hal ekonomi.

Sekolah juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, utamanya dalam hal ekonomi.

Perjalanan SMP Stella Duce dimulai pada 1 Juli 1947 dengan akta notaris SMK Stella Duce. Situasi pada masa itu yang tidak mendukung karena adanya situasi politik tentu sangat menyulitkan pertumbuhan sekolah baru ini.

Peristiwa Clash II di Yogyakarta mengharuskan sekolah “tiarap”, tidak ada aktivitas dan para siswa diliburkan. Perpindahan dari lokasi awal di Kidul Loji ke seputaran Kota Baru dikarenakan membanjirnya jumlah siswa mengakibatkan lokasi dibagi dua, yaitu di seputaran garasi RRI dan ruangan SMA Stella Duce di Jln. Sabirin Kota Baru.

Berdasarkan keputusan Yayasan Tarakanita, pada tahun 1972, SMK Stella Duce berganti nama menjadi SMP Stella Duce dan lokasi dipindahkan ke Jalan Dagen 32 Yogyakarta sampai sekarang.

Pasang surut dunia pendidikan, lengkap dengan kebijakan pemerintah yang dinamis, membuat SMP Stella Duce 1 Yogyakarta selalu berefleksi dan melakukan inovasi terus-menerus. Salah satu kebanggaan sekolah ialah meraih dan mempertahankan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk menjadi pelopor pembuatan dan pemakai batik buatan sendiri menjadi. Ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan sekolah dalam rangka mengedepankan budaya lokal.

Imelda Wiwit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *