Bantul. Pastor Paroki Santo Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr menyatakan prihatin atas rendahnya budaya literasi di masyarakat umum, termasuk di kalangan umat Paroki Bantul. Dia berharap ada kesadaran baru yang dimulai dari setiap pribadi dan keluarga, serta perlunya kebersamaan dalam menggerakkan literasi oleh berbagai pihak.
“Sekarang ini sulit menemukan orang yang suka membaca. Pada umumnya orang malas membaca, lebih suka yang sifatnya rekreatif, nonton video dan main game yang tidak ada informasi apa pun. Mereka lebih menyukai budaya instan daripada membaca dan menulis,” kata Rm. Merdi saat menerima audiensi Komunitas Helena Menulis yang dipimpin Y.B. Margantoro di teras Sekretariat Paroki, Jalan Mgr. Soegijopranoto No. 1 Bantul pada Kamis, 6 Maret 2025.
Rm. Merdi mengapresiasi kegiatan dan karya Komunitas Helena Menulis yang merupakan salah satu program Tim Kerja Komunikasi Sosial Lingkungan Santra Helena, Wilayah Santa Anna. Dia menyampaikan ingin menulis sendiri sambutan pengantar untuk penerbitan buletin dan buku hasil karya tim Helena Menulis, sekaligus ingin membudayakan budaya literasi.

Tim Helena Menulis yang terdiri Y.B. Margantoro, Yohanes Bambang Soponyono, Elias Eke, dan Sugiyanta menyampaikan informasi bahwa kegiatan kelas menulis di Lingkungan Santa Helena itu dilaksanakan dalam tujuh kali pertemuan. Kelas literasi itu kemudian sepakat menerbitkan buletin, buku kumpulan karya anggota yang telah tayang di Bernasnews, dan melaksanakan lomba menulis surat kepada Santa Helena berkenaan Pesta Nama Santa Helena pada 18 Agustus. Buletin dan buku direncanakan terbit pada Hari Buku Nasional 17 Mei 2025.
Kepada Rm. Merdi, pada kesempatan itu disampaikan proof buletin Tinta Helena dan buku kumpulan karya bertajuk “Langkah Kecil Helena Menulis”. Dengan cermat, pastor paroki itu melihat halaman demi halaman isi buletin yang antara lain melaporkan kegiatan kor lingkungan saat latihan maupun ketika mengiringi Misa di gereja, penerimaan sakramen baptis warga lingkungan, kisah inspiratif, berita ibadat persiapan perkawinan Monica dan Fandy, seminar perawatan lansia, kegiatan Helena Menulis, jadwal tugas di gereja bulan Maret 2025, dan informasi lingkungan lainnya.
“Wah, buletin ini baik dan informatif. Semoga dapat terbit rutin dan juga dilaksanakan di lingkungan lain,” harap Rm. Merdi.
Hadir pula dalam audiensi itu beberapa pengurus Lingkungan Santa Helena, yakni Ch. Endah Heruwati (Timja Rumah Tangga) serta Yosephin Ambar Ismoyowati dan Theresia Hendarsih Kurniatuti dari Timja Sosial.








