Jakarta. Di bawah terik matahari yang menyengat di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, serombongan orang berusaha mendekat dan menanti kedatangan Paus Fransiskus. Tak ketinggalan Sr. Maria Selly, PRR dan rekan-rekannya juga ikut mendekat di kawasan ini pada Selasa, 3 September 2024.
Dengan sangat sabar, para suster ini menanti rombongan Paus Fransiskus melintas. Ketika jalan mulai sepi dan aparat keamanan berusaha mengatur agar orang-orang tak melewati batas aman yang ditentukan, Sr. Selly berusaha mendekat. Ia ingin menggapai tangan Paus Fransiskus.

Sirine mobil pengamanan pun makin mendekat. Sr. Selly dan orang-orang makin tak sabar menantinya. Tepat pukul 12.18.20 WIB, Paus Fransiskus melintas di Bundaran HI. Seketika itu terdengar suara jeritan histeris penuh haru. Sr. Selly pun menangis penuh haru. Hatinya terberkati lantaran bisa melihat dan merasakan kasih pemimpin Gereja Katolik sedunia ini.

“Terharu, bingung, bagaimana ini mau dikatakan. Sangat terharu. Indonesia yang mayoritas Muslim ini dikunjungi Bapa Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik seluruh dunia.” Dengan terbata-bata, Sr. Selly mengungkapkan perasaannya sambil menangis dan mengusap air mata haru di Bundaran HI.

Sr. Selly tidak menangis sendiri. Orang yang bersamanya menanti Paus Fransiskus juga menangis haru. Kepada UTUSAN.NET, Sr. Selly mengatakan kebanggaannya, karena Indonesia yang mayoritas warganya beragama Islam dan populasinya terbesar di dunia mau menerima kehadiran Paus Fransiskus, pemimpin Agama Katolik yang dianutnya.








