Membangun Gereja Ibarat Membangun Rumah

Perayaan Ekaristi 1 Abad Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran

News1715 Views

Bantul. Gereja Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul, D.I. Yogyakarta merayakan puncak 1 abad usianya pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Perayaan Ekaristi dipimpin Uskup Agung Semarang, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko, bersama Pastor Paroki HKTY, Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr dan Rm. Yakobus Sudarmadi, Pr, serta Rm. Alphonsus Rodriquest Yudono Suwondo, Pr (Vikaris Episkopal Yogyakarta Barat), Rm. Benedictus Hari Juliawan, SJ (Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia), serta sejumlah imam lainnya.

Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai, Mgr. Rubi bersama para imam menerbangkan merpati dan burung hantu di depan Candi Tyas Dalem. Pelepasan burung-burung ini merupakan tanda permohonan syukur umat supaya Tuhan memberikan kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat. “Burung hantu kita terbangkan sebagai lambang Allah mencoba untuk hadir di tengah-tengah kita untuk menyingkirkan semua kejahatan dan dosa kita,” jelas Mgr. Rubi.

Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr. Paroki Ganjuran berbagi kasih dengan peduli kepada sesama.

Sementara itu, Rm. Sugi memaparkan rangkaian perayaan 1 abad ini berlangsung sejak Agustus 2023. Selama satu tahun, umat Paroki Ganjuran telah menyiapkan diri dengan iman dan harapan melalui berbagai kegiatan rohani.

Selain itu, umat juga melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, lingkungan hidup dengan semangat Laudato Si’, dan sebagainya.

“Kami berbagi kasih dengan peduli kepada sesama dalam bentuk membantu biaya pendidikan, donor darah, membantu biaya bagi orang yang sedang sakit, membantu kehidupan saudara-saudara kita yang berkekurangan, peduli pada sampah, dan sebagainya,” urai Rm. Sugi.

Ia juga menyebut kegiatan-kegiatan dalam rangka membangun persaudaraan di antara kaum muda melalui lomba-lomba yang digelar di Kevikepan Yogyakarta Barat maupun Kevikepan Yogyakarta Timur. “Jadi, kita memberi perhatian kepada anak-anak kecil sampai kasepuhan (lansia),” tegas Rm. Sugi.

Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko. Saling bekerja sama menjadi hal yang penting sekali dalam membangun paroki.

 Selanjutnya, dalam homilinya,  Mgr. Rubi menuturkan bahwa umur 100 tahun bagi manusia itu sudah sangat tua dan sangat sedikit manusia yang bisa mencapai usia ini.

Bila berkaca pada usia Gereja yang sudah masuk abad ke-21, maka 100 tahun belum seberapa, baru 1/21, belum banyak dari seluruh sejarah Gereja. “Meskipun demikian, kita pantas bersyukur, bergembira, dan bersukacita karena selama 100 tahun, Gereja Paroki Ganjuran telah berkembang dengan sangat luar biasa,” ujar Mgr. Rubi.

Berawal dari keluarga kecil keluarga Schmutzer, saat ini umat Paroki Ganjuran telah berkembang menjadi 2.648 KK (kepala keluarga) dengan jumlah umat 6.617 orang yang tersebar di 12 wilayah dan 54 lingkungan.

“Ini menjadi alasan syukur kita, karena selama 100 tahun, Tuhan telah mendampingi dan mencurahkan berkat melimpah kepada kita. Bahkan, Paroki Ganjuran juga telah menjadi saluran berkat bagi saudara-saudara kita dari kota lain, khususnya melalui Candi Tyas Dalem ingkang Maha Suci,” kata Mgr. Rubi mengingatkan.

Ia pun mengajak umat untuk merenungkan, membangun Gereja ibarat membangun rumah. Ada lima poin yang Mgr. Rubi sampaikan.

Pertama, membangun Gereja Paroki selalu melibatkan begitu banyak orang dan masing-masing mempunyai perannya sendiri yang berbeda-beda. “Maka, tidak ada satu orang pun yang bisa membanggakan atau menyombongkan diri bahwa paroki bisa ada karena dirinya semata,” tegas Mgr. Rubi.

Mgr. Rubi memotong tumpeng perayaan 1 abad Gereja Paroki Ganjuran.

Kedua, sebagaimana membangun rumah, semua tukang selalu mengarah pada satu titik. “Demikian juga ketika kita membangun Gereja Paroki, semua pasti mengarah pada satu hal sebagai tempat untuk mengukur supaya rumahnya tidak miring dan ambruk. Siapa yang menjadi ukuran kita? Tidak lain adalah Yesus Kristus yang menjadi batu sendi. Karena itulah kita selalu berusaha untuk membangun dan mengembangkan iman kepada Yesus serta menghidupinya dari waktu ke waktu ini,” terang Mgr. Rubi.

Ketiga, saling bekerja sama menjadi hal yang penting sekali dalam membangun paroki. Menurut Mgr. Rubi, kerja sama yang makin baik, tidak berdiri sendiri-sendiri, sangat dirasakan, khususnya di Paroki Ganjuran ini. maka

Keempat, Paroki Ganjuran hanya bisa berkembang dengan baik, kukuh, dan kuat apabila masing-masing orang di dalamnya melibatkan diri dengan segala macam kerelaan dan ketulusannya, bukan untuk mencari ketenaran dan keuntungan diri. “Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa berkarya untuk Gereja hendakanya sungguh-sungguh, tulus, penuh kerelaan, semangat, dan semua untuk Sang Kristus,” pesan Rm. Rubi.

Mgr. Rubi memberkati Museum HKTY Ganjuran.

“Kelima, yang kita terima kalau kita terlibat dalam Gereja tidak lain adalah berkah Tuhan yang berlimpah-limpah. Dari waktu ke waktu kita menerima berkat itu, entah dalam pelayanan sakramental, peribadatan, atau dalam karya apa pun berkat itu dicurahkan kepada kita. Berkat itu pun tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi mesti kita bagikan kepada orang lain,” tutur Mgr. Rubi melanjutkan.

Seperti yang telah disampaikan Rm. Sugi, Paroki Ganjuran memberi perhatian kepada masyarakat, khususnya yang berkekurangan, dari dana-dana yang terkumpul di paroki, terutama dari dana tempat penziarahan.

“Saya mencatat, di paroki ini ada 458 KK dari 2.648 KK yang masih masuk dalam kategori prasejahtera. Mungkin baik ini menjadi salah satu target kita bagaimana membantu keluarga-keluarga ini, juga kepada saudara-saudara lain yang membutuhkan, sebagai bentuk berbagi berkat,” pungkas Mgr. Rubi.

Kemudian, Rm. Wondo turut bersyukur dan bersukacita bersama umat Paroki Ganjuran serta menyebut kehadiran Gereja Ganjuran yang selama ini sungguh-sungguh teruji melalui rentang zaman dan waktu telah memberi daya dampak dan pengaruh yang sangat luar biasa, baik bagi umat Katolik maupun bagi masyarakat di sekitarnya.

Rm. Alphonsus Rodriquest Yudono Suwondo, Pr. Turut bersyukur dan bangga.

“Kehadiran Gereja ini sungguh-sungguh layak kita syukuri dan banggakan bersama-sama dengan seluruh umat beriman yang lain di mana pun mereka berada. Selamat bagi umat Ganjuran, Romo Paroki, Dewan Paroki, seluruh perangkat yang ada, seluruh umat, serta para pomo yang berasal dari Ganjuran dan para romo yang pernah bertugas di Ganjuran. Semua ini menjadi suasana syukur yang layak untuk kita banggakan bersama,” ucap Rm. Wondo.

Mgr. Rubi di dalam Museum HKTY Ganjuran.

Usai Perayaan Ekaristi, Mgr. Rubi memberkati Museum HKTY Ganjuran yang mulai dibangun sejak 5 Maret 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *