Yogyakarta. Empat Diakon Serikat Jesus telah menerima tahbisan imam dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Keuskupan Agung Semarang) di Gereja St. Antonius Padua Kotabaru, Yogyakarta pada Rabu, 31 Juli 2024.
Keempat diakon yang kini menjadi imam tersebut adalah Rm. Andreas Aryono Mantiri, SJ (Paroki St. Matius, Bintaro, Keuskupan Agung Jakarta/KAJ), Rm. Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, SJ (Paroki St. Barnabas, Pamulang, KAJ), Rm. Tiro Angelo Daenuwy, SJ (Paroki St. Stefanus, Cilandak, KAJ), dan Rm. Vincentius Doni Erlangga Satriawan, SJ (Paroki Hati St. Perawan Maria Tak Bercela, Kumetiran, Keuskupan Agung Semarang/KAS).

Mgr. Rubi melihat ada keistimewaan dari keempat neomis (imam baru) ini, yakni tiga orang berasal KAJ dan hanya satu yang berasal dari KAS. “Ini ada apa, ya, tiba-tiba Jesuit dikeroyok oleh orang-orang Jakarta?” selorohnya sembari tertawa.
Tentang refleksi para neomis sebelum ditahbiskan, Mgr. Rubi tertarik pada kata “me-Jesuit”. “Rasa-rasanya baru kali ini saya mendengar kata ‘me-Jesuit’. Apa itu?” tanya Mgr. Rubi.
Rm. Doni lantas menjelaskan, “me-Jesuit” atau menjadi Jesuit, pertama-tama yang harus dilakukan adalah meneladani Bapa Ignatius Loyola di dalam seluruh pelayanan apostolik sebagai nabi, imam, dan raja.

“Yang kedua, tanpa meninggalkan identitas kejesuitan, saya dipanggil untuk dihadirkan dalam kesepakatan dengan Gereja universal maupun Gereja partikular. Itu menjadi ciri khas panggilan kami yang rasuli. Di dalam figur Santo Ignatius, kami juga melihat bahwa dia mengabdi pada Yesus Kristus. Itulah yang kemudian selalu diteladankan oleh Santo Ignasius kepada kami,” imbuh Rm. Doni.
Usai tahbisan, Rm. Benedictus Hari Juliawan, SJ selaku Provinsial Serikat Yesuit Provinsi Indonesia mengumumkan perutusan keempat imam baru ini. Namun, sebelumnya ia menyampaikan bahwa keempat imam baru ini menambah jumlah 238 imam Jesuit Indonesia.

“Berarti sekarang ini berjumlah 242. Empat orang yang hari ini ditahbiskan menambah kekayaan Serikat Jesus di dalam pelayanannya,” tutur Rm. Beni sembari menyebut ada 329 anggota Jesuit Indonesia yang saat ini bekerja di seluruh Indonesia dan beberapa karya misi di luar negeri.
Berikut perutusan keempat imam baru tersebut.
Rm. Bagas akan bertugas sebagai pastor rekan atau vikaris di Paroki St. Antonius Purbayan, Solo. Rm. Tiro yang punya banyak pengalaman bekerja di dalam Serikat Jesus dengan macam-macam jenis kerasulan, salah satunya pendidikan orang muda, akan bekerja menjadi pamong atau moderator di Kolese SMK Mikael Solo.
Sementara itu, Rm. Andre dan Rm. Doni tetap melanjutkan studi S-2 mereka. Oleh karena itu, Rm. Andre meneruskan studi Manajemen Keuangan di Universitas Atma Jaya Jakarta sambil menjadi pater unit atau pendamping para skolastik (frater) yang sedang belajar filsafat di Jakarta.
“Saya bersyukur Rm. Andre ini mungkin satu-satunya Jesuit atau sedikit dari sedikit sekali Jesuit yang cita-citanya adalah mengelola keuangan, maka semoga ilmunya nanti berguna bagi Serikat dan Gereja,” harap Rm. Beni.

Kemudian, Rm. Doni yang paling senior dan oleh teman-temannya sering disebut “Lord Doni”, akan meneruskan studi S-2 Teknik Sipil di Universitas Gadjah Mada (UGM) sambil membantu pastoral di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta.
Kepada para imam baru ini, ada satu nasihat dari Rm. Beni agar mereka dicintai umat, “Kalau homili jangan lama-lama. Satu cara mudah menambah iman umat adalah homili pendek tapi berisi. Kalau homili Anda terlalu lama, Anda mengganggu iman umat. Kecuali Bapak Uskup sendiri yang berbeda dengan jam kita.”

Terakhir, mewakili rekan-rekannya, Rm. Tiro berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan mengantar perjalanan panggilan mereka hingga sampai pada tahbisan ini. “Setiap dari kami sungguh-sungguh merasakan cinta dan perhatian Serikat yang mendampingi kami agar dapat menjadi manusia dewasa sebagai seorang imam Jesuit,” ucapnya.








